Sulteng Gerakkan 50 Fasilitator untuk Pengentasan Kemiskinan di Donggala
- 04 Jun 2026 14:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggerakkan sedikitnya 50 fasilitator desa melalui program Berani Mombangu untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala. Para fasilitator tersebut ditempatkan di pelbagai wilayah yang memiliki angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi di daerah itu.
Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sulawesi Tengah Dony Kurnia Budjang mengatakan, pembentukan fasilitator desa dilakukan karena masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Donggala yang mencapai sekitar 45 ribu jiwa pada tahun 2025.
"Olehnya menjadikan Kabupaten Donggala salah satu dari enam kabupaten yang tingkat kemiskinannya masih di atas rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah," kata Dony saat penyerahan fasilitator desa kepada Pemerintah Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menyebut Kabupaten Donggala menjadi daerah pertama yang dijadikan lokasi pilot project program tersebut. Penugasan para fasilitator itu sendiri akan berlangsung hingga Desember mendatang.
Dony menjelaskan, salah satu tugas utama fasilitator adalah melakukan penyesuaian data kemiskinan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.
"Pilot Project awal kami laksanakan di Kabupaten Donggala dengan menempatkan 50 tenaga fasilitator di Desa dan Kelurahan pada lima kecamatan yakni, Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Tanantovea, dan Labuan," sebut dia.
Selain pendataan, para fasilitator, sebutnya, juga bertugas memastikan penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima. Menurutnya, para tenaga fasilitator tersebut telah dibekali berbagai instrumen pendataan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
"Tenaga fasilitator telah kami bekali dengan DTSEN dengan 39 variabel baik data individu maupun keluarga, yang nantinya akan membantu pemerintah desa dan kelurahan dalam mendeteksi masyarakat miskin yang masuk desil 1 sampai desil 5 di wilayahnya masing-masing," ujar dia.
Adapun para fasilitator ini nantinya bertugas dengan pembiayaan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah.
Diharapkan, kehadiran para fasilitator ini dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sehingga upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....