Tiga Kunci Raih Haji Mabrur, Bukan Sekadar Berangkat ke Tanah Suci

  • 28 Mei 2026 13:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ibadah haji memiliki keistimewaan besar bagi umat Islam, terutama karena dapat menjadi jalan pengampunan dosa bagi mereka yang memperoleh haji mabrur. Hal itu disampaikannya dalam dialog program Mutiara Pagi Islami di RRI Pro 1 Palu bersama Ustadz Fikri Bajeber, Lc, M.HI.

Menurutnya, haji merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu secara fisik maupun finansial. Kemampuan tersebut tidak hanya soal biaya keberangkatan, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan tetap terpenuhi.

Ia mengatakan ibadah haji memiliki keutamaan yang tidak dimiliki ibadah lainnya karena dapat menggugurkan dosa kecil maupun dosa besar. “Orang yang mendapatkan haji mabrur, dosa kecil dan dosa besarnya diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Ustaz Fikri menjelaskan bahwa predikat haji mabrur tidak otomatis diperoleh hanya karena seseorang telah berhaji. Ada beberapa syarat penting yang harus dijaga agar ibadah tersebut diterima dengan sempurna di sisi Allah SWT.

Ia menyebut syarat pertama adalah niat yang benar-benar ikhlas karena Allah tanpa tujuan duniawi ataupun mencari pujian manusia. Menurutnya, keikhlasan menjadi landasan utama agar ibadah haji yang dijalankan bernilai ibadah dan membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Ketika melaksanakan ibadah haji, niat itu harus betul-betul lillahi ta’ala, 100 persen karena Allah,” ujarnya.

Syarat kedua adalah menjaga diri dari dosa dan larangan selama dalam keadaan ihram. Jamaah haji diminta menjaga lisan, perilaku, serta menjauhi segala bentuk maksiat agar hajinya bernilai mabrur.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menggunakan harta halal untuk biaya perjalanan haji agar ibadah yang dijalankan membawa keberkahan dan diterima oleh Allah SWT. Ia juga mengingatkan jamaah untuk memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan dengan cara yang jujur, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harta yang dipakai untuk melaksanakan haji harus berasal dari sumber yang halal,” tambahnya.

Di akhir dialog, ia mengingatkan pentingnya memperdalam ilmu agama sebelum berangkat ke Tanah Suci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat. Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi ilmu maupun kemampuan finansial, agar dapat meraih haji yang mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....