Perkuat SDM Bandara, Wagub Sulteng Buka Pelatihan Bahasa Mandarin
- 27 Mei 2026 15:25 WIB
- Palu
Poin Utama
- Untuk menyambut penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou
- Wagub Sulteng, Reny A. Lamadjido, resmi membuka Pelatihan Bahasa Mandarin Khusus
- Di ruang rapat Gedung Administrasi Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Senin 25 Mei 2026
- Dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia bandara
RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, resmi membuka Pelatihan Bahasa Mandarin Khusus Kawasan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, di ruang rapat Gedung Administrasi, Senin 25 Mei 2026. Ini merupakan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bandara dalam menyambut penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi atas terwujudnya status internasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Hal ini melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Sudah lama sebenarnya bandara ini direncanakan menjadi bandara internasional, namun baru sekarang bisa terwujud,” ujar Wagub.
Ia menegaskan, penguatan SDM menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan penerbangan internasional. Khususnya, kemampuan berbahasa Mandarin bagi petugas yang berinteraksi langsung dengan penumpang asing.
“Karena itu saya berharap setiap instansi memiliki personel yang bisa berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Wagub juga menyebut, pelatihan Bahasa Mandarin merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mulai dijalankan sejak tahun lalu, bekerja sama dengan Universitas Tadulako.
Sementara, Kepala Bandara Mutiara Internasional SIS Al-Jufri Palu, Prasetyo Hadi, mengungkapkan antusiasme peserta terhadap pelatihan sangat tinggi hingga melampaui kuota yang tersedia.
“Kesempatan seperti ini sangat baik dan jarang didapatkan, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Prasetyo menyampaikan, sebanyak 138 peserta akan mengikuti pembelajaran selama satu bulan dengan tahapan mulai dari level dasar hingga lanjutan. Menurutnya, kemampuan komunikasi berbahasa Mandarin menjadi kebutuhan penting dalam memberikan pelayanan optimal kepada penumpang internasional, khususnya dari Tiongkok sebagai negara mitra penerbangan.
“Kami berharap peserta nantinya mampu mencapai level advance sehingga siap mendukung operasional penerbangan internasional Palu–Guangzhou,” tutur Prasetyo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak dan Direktur Confucius Institute Universitas Tanjungpura Perwakilan Indonesia. Termasuk Kepala Balai Karantina Palu, Kepala Kantor Imigrasi Kota Palu, jajaran stakeholder kawasan bandara, serta para peserta pelatihan Bahasa Mandarin. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....