Kunjungi Palu, Kabarantin Pastikan Keberlanjutan Ekspor Durian Jadi Perhatian
- 26 Mei 2026 14:19 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Aktivitas ekspor Durian montong Sulawesi Tengah ke Tiongkok dipastikan masih terus berlanjut, sesuai dengan ketersediaan stok seluruh perusahaan pengemasan durian beku. Keberlanjutan ini akan terus menjadi perhatian Badan Karantina Indonesia, meski terjadi pergantian pimpinan.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan dirinya siap menjaga akselerasi ekspor durian dengan tetap mengedepankan kualitas produk yang akan dikirim. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk dari Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah.
“Karena ini daerah kelahiran, maka saya juga sebagai kepala karantina pasti akan melakukan semua hal yang bisa dalam kewenangan barantin untuk men-support,” ucap Abdul usai melakukan audiensi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Fokompimda serta pelaku usaha, Selasa, 26 Mei 2026,
Ia menyebut, Badan Karantina Indonesia telah membuat protokol dengan Tiongkok, dengan hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan ekspo durian sangat detail. Protokol tersebut, katanya, menjadi tolok ukur seluruh pelaku usaha yang akan melakukan ekspor durian baik dalam bentuk beku maupun segar.
“Protokol kita sudah buat sangat detail ya, sehingga kita berharap stakeholder itu betul-betul patuh terhadap standar kualitas ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, menyatakan berbagai keluhan dan informasi yang diterima diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. Hal tersebut sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekspor durian dari daerah ini.
"Saat ini pemerintah sedang menggenjot ekspor tidak hanya durian, tetapi juga beberapa komoditi yang menjadi andalan Sulawesi Tengah seperti kelapa, kopi, dan cengkeh," kata Gubernur.
Hal ini, ucapnya, dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas ekonomi masyarakat petani. Sekaligus, sebagai bentuk upaya Pemerintah Sulawesi Tengah agar tidak hanya mengandalkan potensi tambang dan industri pengolahan.
Menurut Gubernur, kehadiran Kepala Badan Karantina Indonesia dapat memberi dampak signifikan dalam upaya ekspor produk komoditi Sulawesi Tengah. Badan karantina, ujarnya, memiliki peran yang sangat strategis untuk kelancaran proses ekspor yang sedang digenjot, seperti durian.
"Semoga ini kita bisa segera tindak lanjuti, sehingga hambatan-hambatan selama ini bisa diselesaikan dan akan semakin cepat nanti ke depan di provinsi kita ini,” tutur Gubernur.
Ditengah upaya ini, diharapakan masyarakat petani tetap konsisten dalam mengolah dan merawat lahan atau kebun durian secara maksimal. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas durian yang dimiliki daerah ini semakin baik dan diminati pasar terbesar durian, yakni Tiongkok. (NS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....