Empat Puluhan Anak Binaan LPKA Palu Jalani Tes HIV/AIDS dan Hepatitis C

  • 31 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Dinas Kesehatan Kota Palu melaksanakan Voluntary Testing and Counseling (VTC) HIV/AIDS dan screening Hepatitis C bagi anak binaan, Senin 31 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular di lingkungan LPKA Palu.

Rangkaian pemeriksaan kesehatan diawali dengan sesi edukasi serta konseling tatap muka bersama tim medis. Langkah preventif ini diselenggarakan dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan demi kenyamanan serta menjaga kondisi psikologis anak binaan.

Sebanyak 41 anak binaan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Palu. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya nonreaktif terhadap HIV/AIDS dan Hepatitis C.

Kepala LPKA Palu, Welli, dalam keterangannya mengapresiasi sinergi Dinas Kesehatan Kota Palu yang diwakili Ni Made Suryati selaku Ketua Tim Screening, dalam mendukung kesehatan anak binaan. Ia menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pemenuhan hak dasar anak selama menjalani masa pembinaan.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan Kota Palu. Kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Saya berharap anak-anakku dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, karena menjaga kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Welli.

Ia menegaskan komitmen LPKA Palu untuk terus mendukung program pelayanan medis berkala. Pemenuhan fasilitas kesehatan dinilai sama pentingnya dengan program pembinaan kepribadian serta pelatihan keterampilan bagi anak binaan.

Sementara itu, Ni Made Suryati menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus sarana edukasi mengenai penularan, pencegahan HIV/AIDS dan Hepatitis C, serta pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Pendampingan medis konsisten diberikan agar seluruh anak binaan memahami langkah pencegahan penyakit menular sejak dini.

“Kami melakukan pemeriksaan kepada 41 anak binaan dan seluruhnya menunjukkan hasil nonreaktif. Selain pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi mengenai cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucap Ni Made Suryati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....