Kasus HIV Tertinggi di Sulteng, Wawali Palu Minta Remaja Masifkan Edukasi

  • 23 Mei 2026 16:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi HIV/AIDS Kota Palu Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Palu pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Aksi Remaja Peduli HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh Forum Generasi Berencana (Genre) Kota Palu. Kegiatan itu diikuti oleh para finalis Duta Genre serta generasi muda Kota Palu.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Imelda mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap isu kesehatan dan sosial, khususnya terkait HIV/AIDS.

“Terima kasih karena telah menginisiasi kegiatan ini. Saat ini zamannya sudah berbeda, sehingga saya berharap Duta Genre dapat membawa pesan kepada generasinya masing-masing, karena setiap generasi pasti memiliki bahasa yang berbeda,” ungkap Wakil Wali Kota.

Menurut Wakil Wali Kota, para Duta Genre memiliki peran penting sebagai penyampai pesan kepada lingkungan sekitarnya agar informasi dan edukasi yang diberikan dapat diterima dengan lebih mudah oleh kalangan sebaya.

“Saya berharap ketika kalian menyampaikan pesan, pesan itu benar-benar sampai dengan menggunakan bahasa kalian sendiri,” lanjut wakil wali kota.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyoroti kondisi kasus HIV/AIDS di daerah. Ia menyampaikan bahwa Kota Palu saat ini menempati posisi tertinggi di Sulawesi Tengah dalam jumlah kasus HIV/AIDS.

“Angka kasus AIDS kita saat ini nomor satu di Sulawesi Tengah, Kota Palu nomor satu. Di satu sisi ada kelegaan karena proses skrining berjalan dengan baik, tetapi di sisi lain kita juga merasa miris melihat jumlah kasus yang tinggi,” ujar wakil wali kota.

Wakil wali kota menjelaskan bahwa meningkatnya angka tersebut juga menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi di fasilitas kesehatan. Ia turut mengajak generasi muda untuk terus melakukan berbagai kegiatan positif sebagai langkah pencegahan terhadap pergaulan negatif.

Wawali Imelda turut menyinggung antusiasme masyarakat saat permainan tradisional digelar di kawasan Vatulemo, di mana masyarakat dapat berinteraksi tanpa bergantung pada gawai.

“Saya melihat permainan-permainan jadul di Vatulemo seperti congklak, main karet, dan bekel mendapat antusiasme yang luar biasa. Tidak ada yang sibuk memegang gadget. Kegiatan-kegiatan positif seperti ini perlu dimasifkan,” ucapnya.

Menurutnya, semakin banyak ruang kreativitas dan aktivitas positif yang dihadirkan untuk generasi muda, maka akan semakin kecil peluang munculnya perilaku negatif.

“Mari jaga diri, hindari pergaulan yang negatif. Saya juga berharap edukasi seperti ini nantinya bisa menjangkau anak-anak usia sekolah dasar, bukan hanya SMP dan SMA,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....