Atasi Antrean Solar, Pemkot Palu Siapkan Pengaturan Jadwal Distribusi Baru
- 22 Mei 2026 14:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu saat ini tengah menyusun regulasi baru berupa Surat Keputusan Wali Kota untuk mengatur jadwal distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di seluruh SPBU Kota Palu. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait antrean truk yang kerap mengular hingga memicu kemacetan dan kerawanan lalu lintas.
Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Mustafa, menyatakan bahwa pemerintah Kota Palu berkomitmen mencari formulasi waktu yang paling tepat sebelum aturan tersebut diterbitkan. Untuk itu, Pemkot Palu secara aktif menghimpun masukan dari berbagai pihak seperti Hiswana Migas, Pertamina, hingga komunitas sopir truk.
“Kami sedang menyusun Surat Keputusan Kepala Daerah untuk melakukan pengaturan jadwal distribusi solar bersubsidi di Kota Palu. Kami harus mendengar masukan dari para sopir agar formulasi waktu yang diputuskan nanti tidak memberatkan mereka,” ujar Rahmad Mustafa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat, 22 Mei 2026.
Rahmad menjelaskan salah satu opsi yang berkembang adalah menyamakan seluruh jam operasional antrean di setiap SPBU. Regulasi yang komprehensif ini ditargetkan dapat rampung dan mulai disosialisasikan kepada masyarakat luas pada awal Juli mendatang.
“Kami berharap melalui formulasi waktu distribusi yang tepat, antrean kendaraan di SPBU dapat lebih tertib dan teratur. Tujuan utamanya adalah memastikan kebutuhan solar bagi angkutan masyarakat dapat terpenuhi dengan tepat sasaran,” ucapnya.
Ia menyebut, Pemkot Palu telah mengambil langkah taktis di lapangan guna mengurai kemacetan akibat antrean BBM. Personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan secara berkala, khususnya di titik SPBU dengan tingkat antrean tinggi seperti di kawasan Diponegoro dan Mamboro.
“Personel Dishub difokuskan pada pengaturan alur lalu lintas di sekitar SPBU agar aktivitas pengguna jalan lain tidak terganggu. Sementara untuk pengawasan teknis penyaluran BBM di area dalam SPBU, tetap menjadi kewenangan dari tim pengawas internal Pertamina,” ucap Rahmad.
Terkait dengan kondisi pasokan bahan bakar di tingkat daerah, Rahmad mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Berdasarkan hasil koordinasi berkala bersama pihak Pertamina, pasokan BBM bersubsidi jenis solar maupun Pertalite dipastikan berada dalam kondisi aman.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena informasi yang kami terima menunjukkan stok BBM subsidi saat ini masih sangat tersedia di Kota Palu. Harga juga dipastikan masih normal dan belum ada informasi mengenai kebijakan kenaikan harga dari pemerintah pusat,” ucap Rahmad.
Rahmad menegaskan bahwa sinergi antara Pemkot Palu dan Pertamina akan terus diperketat guna menjaga kestabilan distribusi energi di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah. Penertiban lalu lintas dan pembenahan jadwal antrean diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan berkendara di jalan-jalan protokol Kota Palu.
“Kami dari pemerintah kota akan fokus pada sisi penertiban lalu lintas serta regulasi jadwal penyaluran agar semua berjalan tertib. Melalui koordinasi yang kuat bersama Pertamina, kami optimistis kenyamanan lalu lintas dan ketersediaan solar dapat berjalan beriringan,” ucap Rahmad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....