HMTL Untad Soroti Sampah dan Dampak Aktivitas Pertambangan
- 22 Mei 2026 11:04 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Fakultas Teknik Universitas Tadulako menyoroti persoalan sampah plastik dan aktivitas pertambangan yang dinilai menjadi tantangan serius bagi kelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.
Ketua HMTL FT-Untad Moh. Syafiqrah Akbar mengatakan sampah plastik masih menjadi persoalan yang sulit ditangani karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta kurangnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari hal kecil seperti mengurangi penggunaan plastik dan membiasakan pengelolaan sampah dari rumah. Kalau bukan kita yang peduli, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu solusi yang perlu terus didorong adalah pengolahan dan daur ulang sampah plastik agar tidak terus menumpuk dan mencemari lingkungan. Edukasi tentang pemanfaatan kembali sampah plastik dinilai penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Selain persoalan sampah, HMTL FT-Untad juga menyoroti dampak aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan apabila tidak dikelola secara bertanggung jawab. Aktivitas tambang dinilai dapat memengaruhi kualitas air, tanah, hingga ekosistem di sekitar wilayah operasional.
Ardi , Wakil Ketua 1 HMTL FT-Untad mengatakan, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal isu lingkungan serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan mendukung gerakan daur ulang sampah.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kami harus ikut bersuara dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan sampah plastik, pentingnya daur ulang, maupun dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....