Ngopi Kerukunan FKUB, Gubernur Sulteng Tekankan Penguatan Nilai Spiritual

  • 19 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Gubernur Sulteng tekankan penguatan nilai spiritual dalam memajukan daerah
  • FKUB Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan
  • Di Loop Circle Cafe, Kota Palu, Jumat 15 Mei 2026.
  • Penerapan nilai spiritual mampu membawa daerah menjadi lebih sejahtera
  • Moderasi beragama bukanlah menggabungkan agama

RRI.CO.ID, Palu - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi) Kerukunan di Loop Circle Cafe, Kota Palu, Jumat 15 Mei 2026. Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yang hadir dalam kegiatan menyebut kemajuan daerah sangat bergantung pada seberapa kuat nilai-nilai spiritual terinternalisasi dalam masyarakat.

Ia merujuk pada pengalamannya memimpin Morowali, di mana penerapan nilai spiritual mampu membawa daerah menjadi lebih sejahtera. Anwar menegaskan, semua sejarah pemerintahan hancur bukan karena kekuatannya lemah, tapi karena penerapan nilai-nilai spiritual ditinggalkan.

"Jika ingin rakyat sejahtera, nilai spiritual harus mewujud dalam keseharian," ucapnya.

Saat berbicara di hadapan perwakilan 28 negara di UGM, Anwar mengungkapkan para ahli sepakat bahwa landasan spiritual harus menjadi pilar utama pembangunan bangsa. Di Sulteng, ia mendorong seluruh umat beragama untuk aktif menghidupkan rumah ibadahnya.

"Kalau orang terbiasa 'berjamaah' dan mendengar ceramah ustadz, pendeta, atau mangku setiap hari, mereka tidak akan mudah dipengaruhi hal-hal negative," kata Anwar.

Ia juga menekankan, bila toleransi di Indonesia sudah final dan masyarakat harusa menguatkannya melalui nilai spiritual.

Sementara Ketua FKUB Sulteng, Zainal Abidin, menyebut moderasi beragama bukanlah menggabungkan agama. Namun, cara masyarakat untuk menerima berbagai perbedaan dan saling menghargai.

"Praktik moderasi itu sederhana, saya Islam dan bapak ibu dengan agama masing-masing, tapi kita bisa duduk berdampingan dengan damai seperti ini," katanya.

Ngopi Kerukunan ini turut dihadiri perwakilan agama, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulteng dan Gereja Kristen Sulawesi Tengah. Termasuk, perwakilan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulteng serta Dewan Kepanditaan Daerah (DKD) Sulteng.

Di akhir acara, para tokoh lintas agama sepakat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan yang religius dan gerakan moderasi beragama adalah kunci utama menuju Sulteng Nambaso. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....