Permainan Tradisional Jadi Magnet Literasi Baru Kota Palu
- 15 Mei 2026 20:45 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Upaya meningkatkan minat baca di tengah gempuran teknologi terus dilakukan komunitas Palubabaca dengan menghadirkan konsep kreatif di ruang publik Kota Palu. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kegiatan lapak baca.
Inisiatif tersebut lahir dari keresahan komunitas melihat anak-anak hingga orang tua yang mulai mengalami kejenuhan akibat penggunaan gawai atau telepon seluler secara berlebihan.
Melalui permainan tradisional seperti congklak, lompat tali, hingga permainan karet, suasana lapak baca kini menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan bagi pengunjung.
Konsep ini dinilai efektif dalam menarik minat anak-anak untuk datang ke lapak baca. Setelah membaca buku, anak-anak diajak bergerak aktif dan bermain bersama para relawan komunitas. Selain menjadi sarana hiburan, permainan tradisional juga dimanfaatkan sebagai media edukasi budaya untuk memperkenalkan kembali permainan khas Indonesia yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Fenomena menarik pun muncul di lapangan. Pengunjung lapak baca ternyata tidak hanya didominasi anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang ikut larut dalam suasana permainan tradisional.
“Sekarang kita tambah permainan tradisional supaya anak-anak tambah semangat. Ternyata bukan cuma anak-anak, orang dewasa juga malah ikutan main semua, mereka malah rebutan sama anak-anak buat main,” ungkap anggota komunitas Palubabaca.
Menurutnya, perpaduan antara membaca dan bermain menjadi langkah penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini. Melalui aktivitas tersebut, stimulasi visual, motorik, hingga kemampuan sosial anak dapat berkembang secara bersamaan.
Komunitas berharap anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik melalui budaya membaca, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kemampuan sosial yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Meski sederhana, kehadiran permainan tradisional di lapak baca dinilai menjadi solusi praktis dalam menghadapi tantangan rendahnya minat baca di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....