Sekolah Sukma Bangsa Sigi Pamerkan 50 Buku Karya Guru-Siswa di Festival Literasi
- 14 Sep 2026 16:12 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Sekolah Sukma Bangsa Sigi turut ambil bagian dalam Festival Literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak kurang lebih 50 buku hasil karya siswa dan guru dari Sekolah Sukma Bangsa Sigi turut dipamerkan pada kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dispusaka Sulawesi Tengah, Senin, 14 September 2026
Kepala Perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Sigi, Dadan Darusman, mengatakan puluhan buku yang dipamerkan merupakan hasil karya siswa dan guru yang diterbitkan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mendorong minat menulis sekaligus menunjukkan bahwa menulis dapat menjadi sarana mengabadikan sejarah dan pengalaman.
"Sudah ada sekitar 50 buku karya siswa dan guru yang kami tampilkan. Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa menulis itu penting karena dapat mengabadikan sejarah," katanya.
Dadan menjelaskan budaya literasi di Sekolah Sukma Bangsa Sigi dibangun melalui program Sistem Informasi Manajemen Literasi Sekolah. Program tersebut menjadi payung berbagai kegiatan literasi yang melibatkan guru maupun siswa.
Melalui program tersebut, sekolah menjalankan program Guru Menulis dan Siswa Belajar Menulis (SIMBELIS). Dalam program tersebut, siswa dibiasakan membaca selama dua jam setiap pekan sebelum memasuki tahap menghasilkan tulisan pada semester berikutnya.
Menurut Dadan, hasil tulisan siswa kemudian dihimpun menjadi buku dan diterbitkan pada akhir tahun ajaran. Buku-buku tersebut selanjutnya diluncurkan melalui kegiatan bedah buku yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Ia mengatakan pembinaan literasi telah dimulai sejak siswa duduk di kelas satu. Sebagian besar buku yang diterbitkan merupakan karya kolaboratif dalam bentuk karya kelas yang disusun bersama oleh para siswa.
Dadan menambahkan Sekolah Sukma Bangsa bahkan menyediakan kelas menulis sebagai bagian dari pembelajaran. Kehadiran kelas tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menulis mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan mata pelajaran lainnya.
"Tidak hanya ada pelajaran biologi atau kimia, di sekolah kami juga ada kelas menulis. Jadi siswa memang dibiasakan untuk menulis sejak dini," ujarnya.
Ia menyebut tema tulisan siswa akan dibedakan setiap tahunnya agar lebih beragam. Pada tahun sebelumnya, tema yang diangkat adalah kearifan lokal dari masing-masing daerah asal para siswa.
"Tahun kemarin kita temanya tentang kearifan lokal. Makanya judulnya beda-beda Jadi, eh siswa kita itu eh dari berbagai macam daerah sehingga ini ceritanya beragam," ucap Dadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....