Atasi Kelangkaan Stok, PMI Sulteng Andalkan Database Pendonor Aktif

  • 12 Mei 2026 16:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Tengah mengandalkan sistem database pendonor aktif sebagai solusi utama dalam mengatasi potensi kelangkaan stok darah. Langkah ini dilakukan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap golongan darah tertentu yang jumlahnya sangat terbatas.

Ketua PMI Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan, stok darah secara umum selalu tersedia di Unit Donor Darah (UDD). Namun, tantangan sering muncul saat permintaan pasien tidak sinkron dengan jenis golongan darah yang ada di lemari penyimpanan, seperti golongan darah AB atau rhesus tertentu.

“Stok darah di PMI sesungguhnya selalu tersedia, hanya saja terkadang tidak sesuai dengan jenis yang dibutuhkan masyarakat saat itu. Untuk mengantisipasinya, kami memiliki database pendonor aktif berdasarkan golongan darah mereka masing-masing,” ujar Hidayat pada Selasa, 12 Mei 2026.

Melalui sistem data tersebut, petugas PMI dapat segera mendeteksi pendonor yang sudah memasuki masa waktu aman untuk kembali mendonorkan darahnya. Jika terjadi kekosongan stok pada jenis darah tertentu, tim PMI akan langsung menghubungi pendonor tersebut untuk melakukan donor secara spontan.

“Begitu ada kebutuhan mendadak untuk golongan darah langka yang stoknya kosong, kami langsung menelepon masyarakat yang ada di database,” ucapnya.

Hidayat mengakui bahwa terdapat sejumlah golongan darah yang cukup jarang ditemukan di tengah populasi masyarakat secara luas. Oleh karena itu, memiliki data pendonor yang terorganisir dengan baik menjadi kunci agar pelayanan kemanusiaan tidak terhenti meski stok di markas sedang menipis.

“Golongan darah tertentu memang langka di masyarakat, sehingga agak sulit bagi kita untuk menyetoknya, database ini menjadi jaminan bahwa permintaan mendesak dari rumah sakit tetap bisa kita upayakan pemenuhannya,” ucap Ketua PMI Sulteng.

Selain mengandalkan database, PMI Sulteng juga rutin melakukan kegiatan "jemput bola" dengan mengunjungi dan berkolaborasi bersama instansi dan organisasi. Jadwal donor darah keliling ini telah disusun secara sistematis agar sirkulasi stok darah di UDD tetap terjaga sepanjang bulan.

“Kami sudah memiliki jadwal rutin setiap bulan dengan berbagai kantor, lembaga pemerintah, hingga perbankan untuk melakukan kegiatan donor darah,” ucap Hidayat.

Meskipun saat ini PMI Sulteng sedang menghadapi efisiensi anggaran, Hidayat memastikan sistem manajemen data pendonor dan sektor pelayanan tidak akan terganggu. Inovasi berbasis data ini dinilai lebih efektif dan efisien dalam menyelamatkan nyawa masyarakat dibandingkan metode penjemputan darah secara acak.

“Tidak ada alasan layanan terhenti, kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan data yang ada untuk memastikan misi kemanusiaan tetap berjalan maksimal. Kami mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi pendonor aktif agar data mereka bisa sewaktu-waktu menyelamatkan nyawa,” ucap Hidayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....