Anggaran Dipangkas, PMI Sulteng Lakukan Inovasi Jaga Stok Darah Tetap Aman
- 12 Mei 2026 10:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan berbagai inovasi untuk memastikan ketersediaan stok darah tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran operasional. Langkah ini diambil menyusul adanya pemangkasan dana hibah dari Pemerintah Daerah sebesar 50 persen lebih pada tahun 2026.
Ketua PMI Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, mengungkapkan bahwa anggaran yang sebelumnya sebesar Rp1,5 miliar kini menyusut menjadi Rp700 juta. Dana tersebut kini diprioritaskan untuk honorarium staf markas serta pemeliharaan kendaraan operasional yang harus selalu siaga dalam menghadapi situasi kebencanaan di wilayah Sulteng.
“Dana kita dari Pemda dipotong cukup besar dyang sebagian besar terserap untuk honorarium dan operasional kendaraan. Namun, tidak ada alasan anggaran menjadi penghambat bagi kami untuk terus menjalankan misi kemanusiaan,” ujar Hidayat, Selasa, 12 Mei 2026.
Hidayat menjelaskan, untuk menyiasati keterbatasan anggaran, PMI Sulteng memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi seperti perbankan serta lembaga pemerintah maupun non-pemerintah. Sosialisasi donor darah kini disisipkan dalam setiap agenda donor darah rutin yang digelar oleh organisasi-organisasi mitra tersebut.
“Kami juga bekerja sama dengan instansi yang sudah memiliki jadwal donor darah rutin setiap bulannya, melalui pola ini, edukasi mengenai pentingnya donor darah tetap berjalan masif tanpa harus membebani anggaran daerah,” ucapnya.
Mengenai kondisi stok darah, Hidayat memastikan ketersediaan di Unit Donor Darah (UDD) secara umum masih aman untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat. Namun, tantangan sering muncul pada golongan darah langka yang jumlah pendonornya secara alami memang terbatas di masyarakat.
“Stok darah sebenarnya selalu tersedia, hanya saja terkadang permintaan masyarakat tidak sesuai dengan golongan darah yang ada di stok saat itu, kami juga memiliki database pendonor aktif yang bisa dihubungi sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendadak untuk golongan darah tertentu,” ucap Ketua PMI Sulteng tersebut.
Menurutnya, keberadaan database pendonor aktif menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan darah langka agar tetap tersedia saat dibutuhkan dalam kondisi darurat. Para pendonor yang terdata biasanya akan langsung bersedia memberikan darahnya secara spontan demi membantu sesama.
“Sinergi antara data yang akurat dan kesukarelaan masyarakat inilah yang menjaga pelayanan kami tetap optimal,” ucap Hidayat.
Ketua PMI Sulteng itu juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah secara rutin karena bermanfaat besar bagi kesehatan tubuh. Selain itu menurutnya donor darah ini juga merupakan bentuk sedekah karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia.
“Donor darah adalah tindakan mulia yang menyehatkan sekaligus menyelamatkan jiwa orang lain. Mari kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup dan kepedulian terhadap sesama saudara kita yang membutuhkan,” ucap Hidayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....