Jangkau Peserta Didik Sekolah Rakyat, Pemprov Sulteng Lakukan Jemput Bola

  • 11 Mei 2026 11:38 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Disampaikan PIC Sekolah Rakyat Sulteng, Gris Ratna Frelva Beba, dalam Palu Menyapa, Senin, 11 Mei 2026
  • Petugas di lapangan dibekali dengan aplikasi bernama "Setara"
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan mekanisme penerimaan peserta didik melalui sistem penjangkauan
  • Untuk memastikan program pendidikan berasrama gratis tersebut tepat sasaran
  • Petugas justru turun langsung ke lapangan untuk mencari anak-anak yang putus sekolah
  • Penjaringan ini difokuskan pada keluarga yang berada di kategori Desil Satu dan Dua

RRI.CO.ID, Palu - Berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan mekanisme penerimaan peserta didik melalui sistem penjangkauan atau jemput bola. Langkah ini diambil untuk memastikan program pendidikan berasrama gratis tersebut tepat sasaran bagi keluarga miskin ekstrem.

Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Tengah, Gris Ratna Frelva Beba, mengungkapkan petugas justru turun langsung ke lapangan untuk mencari anak-anak yang putus sekolah atau hampir putus sekolah. Penjaringan ini difokuskan pada keluarga yang berada di kategori Desil Satu dan Dua, tau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah di Bawah 20 persen.

"Masyarakat tidak perlu datang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya di Sekolah Rakyat, namun kami yang akan turun melakukan penjangkauan," ucap Gris dalam Palu Menyapa, Senin, 11 Mei 2026.

Lebih lanjut ucap Gris, petugas di lapangan dibekali dengan aplikasi bernama "Setara" yang dikembangkan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Aplikasi ini berisi data awal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai panduan verifikasi, agar bantuan pendidikan ini tidak salah sasaran.

"Di Setara itu sudah ada data anak-anak calon peserta didik yang menjadi sasaran sekolah rakyat, sehingga sudah ada prelist yang bersumber dari DTSEN," katanya.

Gris menambahkan, saat ini program rintisan Sekolah Rakyat telah beroperasi di tiga titik, yakni di BPSDM Provinsi Sulteng, Sentra Nipotove Sigi, serta di Kabupaten Tojo Una-Una. Ketiganya memiliki total kurang lebih ratusan siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah Provinsi juga tengah menggenjot pembangunan sekolah permanen di Jalan Soekarno-Hatta Palu, yang diproyeksikan mampu menampung hingga seribu siswa di masa mendatang. Dengan sistem asrama penuh atau boarding school, seluruh biaya hidup, makan, hingga perlengkapan sekolah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....