Kakan Kemenag Morowali Tekankan Penguatan Kompetensi Guru bagi Calon Pendidik

  • 08 Agt 2026 17:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Marwiah, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia guru dalam mempersiapkan calon pendidik yang kompeten, profesional, dan berakhlak. Hal tersebut disampaikan Marwiah saat memberikan materi pada kegiatan Pembekalan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Morowali, Sabtu 8 Agustus 2026, di Aula Bintang Raha Seba.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Akademik, Profesional dan Akhlak” tersebut diikuti mahasiswa STAI Morowali sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke lingkungan pendidikan melalui kegiatan praktik lapangan.

Dalam pemaparannya, Marwiah mengatakan peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi akademik dan profesional, tetapi juga melalui penguatan akhlak dan nilai-nilai agama.

“Guru tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana seorang pendidik memiliki akhlak, keteladanan, serta mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik,” ujar Marwiah.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memahami penerapan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran melalui Kurikulum Berbasis Cinta yang menjadi salah satu penajaman kebijakan Menteri Agama.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu membangun karakter peserta didik melalui nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian, dan akhlak mulia.

“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun rasa kasih sayang, kepedulian, toleransi dan akhlak mulia,” jelasnya.

Marwiah menilai guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, mahasiswa yang mengikuti PLP dan KKP diharapkan tidak hanya menjadikan praktik lapangan sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai proses belajar untuk memahami tantangan nyata dunia pendidikan.

Ia berharap pembekalan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa STAI Morowali untuk menjadi pendidik yang kompeten, berintegritas, dan mampu mengintegrasikan kemampuan akademik dengan nilai-nilai agama dalam menjalankan tugas.

“Jadikan PLP dan KKP sebagai kesempatan untuk belajar, membangun pengalaman, dan mempersiapkan diri menjadi guru yang profesional sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....