Lapas Parigi Tegaskan Zero Halinar, Pelanggar Siap Dikenakan Sanksi

  • 08 Mei 2026 14:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi menegaskan komitmennya memberantas peredaran handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan (halinar) di lingkungan pemasyarakatan. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penguatan pengawasan, razia blok hunian, hingga tes urine bagi petugas dan warga binaan, Jumat, 8 Mei 2026.

Langkah itu diawali dengan pelaksanaan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang digelar di halaman Lapas Parigi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto terkait penguatan keamanan dan pemberantasan praktik ilegal di lapas maupun rutan.

Tak hanya melibatkan jajaran internal, kegiatan itu juga disaksikan aparat penegak hukum dari Polres Parigi Moutong dan Polsek Parigi, perwakilan LSM, serta insan pers lokal sebagai bentuk keterbukaan dan pengawasan bersama.

Kepala Lapas Kelas III Parigi Fentje Mamirahi menegaskan tidak ada toleransi bagi petugas yang terbukti terlibat dalam praktik halinar. Menurutnya, seluruh jajaran harus menjaga integritas dan siap menerima sanksi berat apabila melanggar komitmen yang telah diikrarkan.

“Sesuai dengan ikrar yang kita bacakan tadi, apabila ada di antara Saudara yang terbukti memiliki, menggunakan, atau menjadi perantara masuknya handphone ilegal dan narkoba, maka Saudara harus siap menerima sanksi paling tegas, termasuk pemberhentian secara tidak hormat,” kata Fentje menegaskan.

Ia juga menekankan bahwa komitmen pemberantasan halinar tidak hanya berlaku bagi petugas pelaksana, tetapi juga pejabat struktural di lingkungan Lapas Parigi. Menurut dia, pimpinan siap dievaluasi apabila ditemukan pembiaran maupun keterlibatan dalam praktik ilegal tersebut.

Usai pelaksanaan apel, jajaran Lapas Parigi bersama aparat kepolisian langsung melakukan razia gabungan di blok hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Selain razia, petugas juga melaksanakan tes urine secara menyeluruh terhadap warga binaan dan seluruh pegawai tanpa terkecuali. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus memastikan lingkungan Lapas Parigi tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Fentje berharap penguatan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas. Menurutnya, komitmen zero halinar harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremonial semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....