Sulteng Siap Jadikan Pertanian dan Perikanan Sektor Unggulan Ekonomi

  • 07 Mei 2026 11:39 WIB
  •  Palu

Poin Utama

  • Anwar Hafid menegaskan ekonomi Sulawesi Tengah tetap kuat meski menghadapi tekanan ekonomi global dan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat.
  • Ekonomi Sulawesi Tengah pada Triwulan I 2026 tumbuh 8,32 persen secara tahunan (year-on-year).
  • Sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 43,43 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
  • Industri pengolahan tumbuh 15,9 persen didorong meningkatnya aktivitas ekspor.
  • Secara kuartalan, ekonomi Sulawesi Tengah mengalami kontraksi 6,98 persen dibanding Triwulan IV 2025.

RRI.CO.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa perekonomian Sulawesi Tengah tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan ekonomi global dan berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Anwar saat menghadiri Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah dan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah di Sriti Convention Hall Palu, Kamis (7/5/2026).

Forum tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra, Kepala BPS Sulawesi Tengah Daryanto, jajaran perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan kepala daerah.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus menghadirkan ruang diskusi strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya penting untuk memaparkan asesmen ekonomi daerah, tetapi juga menjadi ruang menyatukan persepsi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional.

“Sulawesi Tengah tetap tumbuh sangat baik di tengah tekanan global. Triwulan I tahun 2026 ekonomi kita tumbuh 8,32 persen secara tahunan,” kata Anwar.

Ia menjelaskan, sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 43,43 persen terhadap struktur ekonomi Sulawesi Tengah. Sektor itu juga tumbuh 15,9 persen seiring meningkatnya aktivitas ekspor.

Meski demikian, Anwar mengakui ekonomi Sulawesi Tengah mengalami kontraksi secara kuartalan sebesar 6,98 persen dibanding triwulan IV tahun 2025. Penurunan itu terutama dipicu melemahnya aktivitas administrasi pemerintahan akibat berkurangnya kapasitas fiskal daerah.

Anwar membeberkan bahwa Sulawesi Tengah kehilangan transfer daerah sebesar Rp530 miliar pada tahun 2025 dan kembali berkurang Rp1,2 triliun pada tahun 2026.

“APBD kita sebelumnya hampir Rp6 triliun, sekarang tinggal sekitar Rp4,3 triliun. Itu sangat memengaruhi belanja pemerintah dan aktivitas birokrasi,” ujarnya.

Walau menghadapi tekanan fiskal, Anwar tetap optimistis terhadap masa depan ekonomi Sulawesi Tengah. Ia menilai struktur ekonomi daerah kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBD karena sektor industri, perdagangan, dan investasi terus berkembang.

Ia juga menyebut ketahanan fiskal Sulawesi Tengah masih tergolong baik karena kontribusi Pendapatan Asli Daerah terus meningkat.

“Kita bersyukur karena Sulawesi Tengah tidak hanya bergantung pada APBD. Pertumbuhan ekonomi kita digerakkan sektor-sektor produktif,” katanya.

Anwar menegaskan pemerintah provinsi kini mulai menggeser fokus pembangunan ekonomi ke sektor pertanian dan perikanan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Menurutnya, investasi di sektor pertanian dan perikanan masih sangat minim, padahal dua sektor itu memiliki potensi besar menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah di masa depan.

Karena itu, ia tengah menggagas kerja sama sister city dengan Provinsi Hainan dan Sichuan di Tiongkok. Pada 17 Mei mendatang, Anwar bersama Rektor Universitas Tadulako dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pertanian dan perikanan.

“Kita tidak lagi hanya fokus pada industri pengolahan nikel. Kita mulai fokus memperkuat pertanian dan perikanan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....