Panen 2.000 Jagung di LPP Palu, Ditjenpas Sulteng Dorong Pembinaan Produktif
- 05 Mei 2026 21:25 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan hasil nyata pembinaan kemandirian melalui panen perdana 2.000 tongkol jagung di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, sebagai bagian dari penguatan program pemasyarakatan berbasis produktivitas dan ketahanan pangan.
Kegiatan yang dihadiri langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan itu digelar di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) LPP Palu, Sigi, Selasa, 5 Mei 2026
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan menegaskan, panen ini menjadi penanda bawah program pembinaan tidak lagi berhenti pada proses, tetapi mulai menghasilkan output yang terukur dan berdampak.
“Kita ingin pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi menghasilkan. Ini bukti bahwa warga binaan mampu produktif dan memberi nilai tambah,” kata Bagus.
Selain panen jagung, kegiatan juga diisi dengan penaburan 1.000 bibit ikan nila sebagai langkah lanjutan penguatan sektor perikanan. Program ini dirancang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Menurut Bagus, hasil dari program kemandirian tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi diserap pihak ketiga.
“Hasilnya bisa mendukung PNBP dan memberikan premi bagi warga binaan. Ini bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi,” tuturnya.
Ia menegaskan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kemandirian warga binaan serta kontribusi terhadap penyediaan pangan bergizi.
Sementara itu, Kepala LPP Palu, Yoesiana, menyebut panen tersebut merupakan hasil dari optimalisasi lahan yang sebelumnya tidak produktif.
“Ini panen perdana dari lahan yang dulunya tidak dimanfaatkan. Sekarang, menjadi area pertanian dan perikanan dengan luas kurang lebih 1.200 meter persegi dan melibatkan langsung warga binaan,” ungkapnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.
“Kami ingin mereka punya bekal nyata saat kembali ke masyarakat, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun kewirausahaan,” ujar dia.
Momentum ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial kepada enam warga sekitar sebagai bentuk keterlibatan sosial pemasyarakatan.
"Alhamdulillah, senang dan bahagia rasanya. Terima kasih Pemasyarakatan Sulteng sudah membantu kami," ucap Sri perwakilan warga sekitar.
Melalui panen raya ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan arah baru pemasyarakatan, tidak hanya membina, tetapi menghasilkan serta mendorong warga binaan menjadi individu yang produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....