Atasi Stunting dan Kemiskinan, Pemkab Sigi Perkuat Peran Posyandu
- 25 Apr 2026 11:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi- Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai simpul layanan sosial terpadu dalam percepatan penurunan stunting, kemiskinan ekstrem dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu, Jumat 24 April 2026, di Bukit Indah Doda Hotel and Resorts, Desa Doda.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya menekankan transformasi Posyandu harus dimaknai lebih luas. Posyandu bukan lagi sebatas layanan kesehatan dasar, namun juga ruang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab persoalan sosial masyarakat secara terintegrasi.
"Posyandu harus menjadi titik temu layanan kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan keluarga, hingga intervensi kemiskinan. Ini bukan lagi kerja sektoral, tapi kerja kolaboratif," ujar Rizal.
Menurutnya, penguatan Posyandu menjadi penting seiring dorongan pemerintah pusat agar daerah memperkuat basis layanan masyarakat hingga level desa melalui data yang akurat dan intervensi yang tepat sasaran. Olehya, meminta seluruh jajaran mulai dari desa, kecamatan hingga OPD teknis serius melakukan validasi data masyarakat miskin, data kepesertaan bantuan sosial, hingga basis data penerima layanan kesehatan.
Akurasi data, lanjut Rizal, menjadi kunci agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan mencegah masyarakat rentan tercecer dari program perlindungan sosial. Melalui pembaruan data yang berjalan di sejumlah kecamatan, pemerintah daerah telah melihat potensi efisiensi fiskal yang dapat dialihkan untuk pembiayaan kebutuhan publik lainnya.
"Data yang baik melahirkan kebijakan yang baik. Kalau basis data kita rapi, program penanggulangan kemiskinan, bantuan sosial, hingga pembiayaan kesehatan bisa lebih efektif," ujarnya.
Ia juga menekankan penanganan kemiskinan tidak cukup hanya berbasis bantuan, tetapi harus menyasar akar persoalan melalui intervensi lintas sektor, mulai perumahan layak huni, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan keluarga.
Selain kemiskinan, Bupati Sigi memberi perhatian serius terhadap upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran Posyandu dan Puskesmas. Untuk itu, seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan OPD terkait diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi dalam pemantauan ibu hamil, balita berisiko stunting, serta edukasi keluarga.
Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap pengelolaan Posyandu semakin adaptif terhadap transformasi layanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat Posyandu sebagai simpul utama pelayanan dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....