Kopi Morowali dan Ikan Asap Bungku Tengah Didorong Jadi Produk IG
- 24 Apr 2026 11:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali – Kanwil Kemenkum Sulteng melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual melakukan koordinasi dan audiensi bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Morowali, Rabu 22 April 2026. Koordinasi ini dilakukan sebagai upaya mendorong penguatan potensi daerah melalui perlindungan Indikasi Geografis (IG) di daerah tersebut.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis dalam menindaklanjuti inventarisasi berbagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bapelitbangda Morowali menyambut baik upaya ini dan siap memvalidasi potensi produk lokal agar memperoleh pengakuan serta perlindungan hukum yang sah.
Dalam identifikasi awal, produk seperti kopi Buleleng, kopi Topogaro, dan ikan asap Bungku Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk didaftarkan sebagai IG. Karakteristik khas yang dipengaruhi oleh faktor geografis wilayah Morowali menjadi modal utama bagi produk-produk tersebut untuk menembus pasar yang lebih luas.
Koordinasi lintas sektor dengan Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan akan segera diperkuat guna memastikan kesiapan data dukung dan kelembagaan petani maupun nelayan. Kanwil Kemenkum Sulteng juga akan menjalin komunikasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan rapat koordinasi teknis guna menetapkan prioritas pengembangan produk tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, menegaskan Indikasi Geografis merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal. Ia menilai sertifikasi ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi reputasi produk daerah di pasar global.
“Indikasi Geografis bukan hanya soal perlindungan hukum, tetapi juga merupakan strategi untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan reputasi produk daerah di pasar yang lebih luas,” ujar Rakhmat Renaldy dalam keterangannya.
Rakhmat juga menekankan bahwa keberhasilan pengembangan produk IG di daerah sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi yang solid menjadi kunci utama agar produk Morowali mampu bersaing secara internasional.
“Keberhasilan pengembangan Indikasi Geografis sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis produk unggulan Morowali mampu menembus pasar nasional hingga internasional,” tambahnya.
Melalui pendalaman data dan koordinasi yang intensif, diharapkan produk-produk potensial dari Morowali dapat segera terdaftar secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis potensi asli wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....