Bekal Moral, Ditjenpas Sulteng Dorong Penguatan Pembinaan Rohani Anak Binaan

  • 16 Apr 2026 10:11 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mendorong penguatan pembinaan moral bagi anak berhadapan dengan hukum. Salah satunya melalui program pembinaan rohani di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palu yang mulai menunjukkan hasil nyata, dengan tujuh anak binaan berhasil khatam Al-Qur’an.

Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan perilaku dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal kembali ke masyarakat. Kegiatan pembinaan rohani dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan petugas serta pembina keagamaan di dalam LPKA Palu.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan menilai bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak binaan. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga berdampak pada perubahan sikap dan pola pikir.

“Pembinaan rohani menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran diri. Anak-anak ini tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Bagus dalam keterangannya di Palu, Kamis, 16 April 2026.

Sementara itu, Kepala LPKA Palu Welli menyebutkan capaian tujuh anak binaan yang telah khatam Al-Qur’an menjadi indikator bahwa pembinaan berjalan efektif. Ia menegaskan, proses tersebut tidak instan, melainkan melalui pendampingan yang konsisten dan pendekatan yang lebih personal.

Menurutnya, perubahan ini menjadi tujuan utama dari pembinaan di LPKA, yakni membentuk kesadaran dari dalam diri anak binaan, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan.

“Ada tujuh anak binaan yang sudah khatam Al-Qur’an. Ini bukan sekadar capaian, tapi bagian dari proses perubahan yang kami lihat langsung, baik dari kedisiplinan maupun sikap mereka sehari-hari,” ujar Welli.

Perubahan tersebut juga dirasakan langsung oleh salah satu anak binaan berinisial RS. Ia mengaku pembinaan rohani yang dijalaninya membuatnya lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi.

“Sekarang saya lebih sabar dan lebih bisa berpikir sebelum bertindak. Mengaji setiap hari membuat hati lebih tenang,” ungkap RS.

Program pembinaan rohani ini menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas yang diterapkan Kanwil Ditjenpas Sulteng, dengan menggabungkan aspek mental, spiritual, dan sosial dalam proses pembinaan.

Kanwil Ditjenpas Sulteng menargetkan anak binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki bekal moral dan mental yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....