Kukuhkan FKPA, Gubernur Sulteng Tekankan Nilai Spiritual dan Kearifan Lokal
- 14 Apr 2026 15:17 WIB
- Palu
Poin Utama
- Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah
- Gubernur Sulteng Kukuhkan FKPA
- Gubernur Sulteng Tekankan Nilai Spiritual dan Kearifan Lokal
- Hotel Best Western Plus Coco, Selasa, 14 April 2026.
- penguatan peran masyarakat hukum adat dalam pembangunan daerah
- menghidupkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, menghadiri Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah. Acara ini dirangkaikan dengan pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA), di Hotel Best Western Plus Coco, Selasa, 14 April 2026.
Mengusung tema “Dari Adat untuk Peradaban Dunia”, ini adalah bentuk penguatan peran masyarakat hukum adat dalam pembangunan daerah. Momentum ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Anwar menekankan arah pembangunan Sulawesi Tengah ke depan mengusung semangat Berani Harmoni dan Berani Berkah. Yakni, pembangunan yang selaras dengan nilai budaya serta memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat hukum adat.
“Melalui tagline Berani Beradat, Berdaya untuk Masa Depan, kita menjadikan adat sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Anwar.
Ia juga mengatakan, pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal dan spiritual sebagai bagian integral dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, daerah atau negara yang mampu bertahan dan maju adalah yang berakar kuat pada dua hal tersebut.
Pembentukan FKPA, ucap Anwar, merupakan cita-cita bersama dirinya dan Wakil Gubernur sejak sebelum menjabat. Kemudian, kini diwujudkan dan diformalkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“FKPA ini hadir sebagai wadah komunikasi, diskusi, dan silaturahmi untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya di Sulawesi Tengah,” ujar Anwar.
Ia pun mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran para tokoh penting dalam acara tersebut, termasuk para pemangku adat dan raja-raja se-Sulawesi Tengah. Baginya, kehadiran para tokoh lintas generasi ini menjadi pertanda kuatnya persatuan dan kesatuan di Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut, Anwar pun menyatakan pemerintah harus hadir dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di tengah masyarakat. FKPA diharapkan, menjadi penggerak untuk menguatkan peran pemangku adat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Di akhir sambutan, ia berharap Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) dapat menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan para pemangku adat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Tidak hanya hadir di tingkat provinsi, tapi juga dapat terbentuk hingga kabupaten dan kota agar dapat membantu memfasilitasi para pemangku adat,” tutur Anwar.
Di kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyerahkan bantuan revitalisasi rumah adat se-Sulawesi Tengah. Hal tersebut sebagai wujud komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah, agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....