FKUB Kota Palu Ajak Masyarakat Semarakkan Pelaksanaan Paskah Nasional 2026
- 14 Apr 2026 14:00 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyukseskan gelaran Paskah Nasional 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Keterlibatan warga lintas agama dalam menyemarakkan momentum tersebut dipandang sebagai wujud nyata silaturahmi dan penguatan nilai kemanusiaan.
Ketua FKUB Kota Palu, Ismail Pangeran saat diwawancarai pada Selasa, 14 April 2026 menegaskan, partisipasi masyarakat lintas agama dalam momen ini merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya. Kehadiran masyarakat dalam meramaikan acara tersebut tidak berkaitan dengan aspek ritual ibadah, melainkan pada penguatan kebersamaan.
“Meramaikan acara tersebut tujuannya adalah menjalin silaturahmi, karena di sana ada nuansa budaya, keakraban, dan toleransi yang perlu kita bina,” ucapnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon.
Ismail menjelaskan, tradisi saling mendukung dalam kegiatan besar keagamaan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di wilayah Palu dan Sigi. Semangat kekeluargaan inilah yang menjadi fondasi utama sehingga setiap hari besar keagamaan di daerah ini selalu berjalan dengan aman dan lancar.
“Partisipasi ini bagian dari ajaran kemanusiaan untuk saling menghargai dan menghormati antarumat beragama yang sedang melaksanakan hari besarnya,” ucapnya.
Menurutnya, keberanian masyarakat untuk terbuka dan saling mendukung dalam agenda nasional seperti Paskah Nasional adalah bukti moderasi beragama yang sehat. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Kota Palu yang saat ini telah masuk dalam jajaran sepuluh besar kota paling rukun secara nasional.
“Kerja sama dan kolaborasi semua umat beragama bersama pemerintah inilah yang membawa daerah kita diakui kerukunannya di tingkat nasional,” ucap Ismail.
Ketua FKUB Palu itu berharap, kemeriahan Paskah Nasional di Palu dan Sigi dapat menjadi pesan damai yang terpancar dari Sulawesi Tengah untuk seluruh Indonesia. Nilai-nilai gotong royong yang ditampilkan selama kegiatan diharapkan mampu menginspirasi daerah lain dalam merawat kebinekaan.
“Mari kita ramaikan agar pelaksanaan Paskah ini semarak dan penuh nilai-nilai kekeluargaan tanpa ada hambatan apa pun,” ucapnya.
Menjaga harmoni melalui silaturahmi lintas iman dinilai sebagai investasi sosial yang sangat penting bagi kemajuan pembangunan daerah di masa depan. Tanpa adanya stabilitas kerukunan, program pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak akan bisa dinikmati secara optimal oleh warga.
“Tradisi saling menghargai ini perlu terus kita kembangkan agar bisa dilanjutkan oleh generasi kita di masa yang akan datang,” ucap Ismail.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....