Ketua FKUB Palu: Paskah Nasional Jadi Momentum Rawat Toleransi di Palu

  • 14 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pelaksanaan Paskah Nasional yang akan berlangsung di Kota Palu dan Kabupaten Sigi dinilai sebagai wujud nyata kerja sama yang baik antarumat beragama. Momentum ini menjadi cerminan kekuatan toleransi yang telah lama terbangun di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu, Ismail Pangeran saat diwawancarai pada Selasa, 14 April 2026 mengatakan, kerukunan di wilayah ini sudah mengakar kuat secara turun-temurun. Hal ini dibuktikan dengan berjalannya berbagai kegiatan keagamaan tanpa hambatan berarti karena adanya rasa saling menghargai.

“Pelaksanaan Paskah Nasional di daerah kita mencerminkan kerja sama yang baik antarumat beragama dan harmoni yang sudah terbangun sejak lama,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ismail menjelaskan, keterlibatan masyarakat lintas agama dalam meramaikan kegiatan ini merupakan bagian dari ajaran kemanusiaan dan silaturahmi. Partisipasi tersebut ditekankan pada aspek sosial, budaya, dan kekeluargaan, tanpa mencampuradukkan urusan ibadah masing-masing agama.

“Meramaikan acara tersebut tujuannya adalah menjalin silaturahmi, karena di sana ada nuansa budaya, keakraban, dan toleransi yang perlu kita bina,” ucapnya.

Ia menyebut, Kabupaten Sigi dan Kota Palu selama ini dikenal memiliki komposisi pemeluk agama yang beragam namun tetap mampu menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian. Bahkan, Kota Palu saat ini masuk dalam nominasi sepuluh besar kota paling rukun secara nasional setelah Provinsi NTT.

“Kota Palu masuk nominasi sepuluh besar kota rukun nasional berkat kolaborasi seluruh umat beragama bersama pemerintah daerah,” ucap Ismail.

Ketua FKUB Kota Palu itu turut mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyukseskan dan meramaikan pelaksanaan Paskah Nasional agar berlangsung semarak dan meriah. Nilai-nilai gotong royong dan kemanusiaan diharapkan dapat terus tumbuh dalam setiap rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya mengimbau masyarakat mari kita ramaikan agar pelaksanaan Paskah di Palu dan Sigi ini penuh nilai kekeluargaan dan toleransi,” ucapnya.

Ia menilai tradisi saling menghormati ini sangat penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang demi menjamin kemajuan daerah di masa depan. Tanpa kerukunan yang kokoh, pembangunan di sektor apa pun dinilai tidak akan memiliki nilai yang berarti bagi masyarakat.

“Mari kita lanjutkan tradisi menghargai ini agar generasi kita bisa mengikuti dan menjaga keharmonisan di masa yang akan datang,” ucap Ismail.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....