Kendalikan Inflasi, Pemprov Sulteng Dorong Siswa Tanam Cabai di Sekolah
- 13 Apr 2026 15:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan meluncurkan gerakan menanam cabai bagi kalangan pelajar di lingkungan sekolah. Langkah ini merupakan strategi inovatif untuk mengendalikan angka inflasi daerah sekaligus memberikan edukasi dini mengenai ketahanan pangan.
Kepala Dinas TPH Sulteng, Dodot Tinarso saat diwawancarai usai upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi di halaman kantor Gubernur Sulteng pada Senin, 13 April 2026, menjelaskan bahwa sebanyak 250.000 bibit cabai telah disiapkan untuk dibagikan kepada siswa SMA dan SMK di berbagai wilayah. Melalui program ini, para siswa didorong untuk memanfaatkan lahan kosong di sekolah maupun pekarangan rumah sebagai kebun pangan mandiri.
“Kami mendidik siswa-siswa untuk belajar meningkatkan ketahanan pangan dengan menanam bibit cabai, minimal di halaman sekolah atau pekarangan masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai pemilihan komoditas sangat strategis karena fluktuasi harga cabai kerap menjadi pemicu utama kenaikan angka inflasi di Sulawesi Tengah. Dodot menegaskan, dengan melibatkan peran aktif pelajar, pemerintah berharap ketersediaan stok cabai di tingkat rumah tangga dapat terjaga dengan baik.
“Selain untuk ketahanan pangan, ini upaya pengendalian inflasi karena cabai termasuk dalam indikator penilaian terhadap kenaikan inflasi daerah,” ucapnya.
Program ini secara khusus diprioritaskan bagi wilayah dengan angka inflasi tinggi, seperti Kota Palu, Tolitoli, Banggai, dan Morowali. Kendati demikian, Ia menegaskan Dinas TPH terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan pembagian bibit ini ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
“Ke depan mungkin bukan cuma daerah yang inflasinya tinggi, namun bisa merambah ke tiga belas kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah,” ucap Dodot.
Edukasi pertanian di sekolah ini juga sejalan dengan visi Sembilan Berani yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menciptakan tatanan ekonomi yang kuat. Sinergi antara Dinas TPH dan Dinas Pendidikan menjadi kunci utama agar program ini berjalan secara berkelanjutan.
“Kita cuma menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan Bapak Gubernur untuk menggerakkan seluruh elemen, termasuk para siswa di sekolah,” ucapnya.
Melalui momentum HUT Provinsi ke-62, gerakan tanam cabai ini diharapkan menjadi budaya baru yang memperkuat kemandirian pangan dari tingkat terkecil. Partisipasi aktif generasi muda dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita semua harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....