Sektor Pertanian Sumbang Lebih Setengah Pendapatan di Kabupaten Sigi

  • 07 Apr 2026 15:26 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi - Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama dalam menopang perekonomian daerah. Hingga saat ini, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sigi telah mencapai lebih dari lima puluh persen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, mengatakan sektor ini mencakup subsektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. Keberhasilan ini sejalan dengan rencana jangka panjang daerah yang memprioritaskan kemandirian pangan masyarakat.

“Sektor pertanian tetap menjadi salah satu tulang punggung yang diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata dan langsung kepada masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa, 7 April 2026.

Afit menambahkan, berdasarkan data tahun 2025, produktivitas padi di Kabupaten Sigi mencatat angka rata-rata antara 6 hingga 6,6 ton per hektar. Secara akumulatif, total produksi padi di wilayah tersebut telah mencapai angka signifikan yakni 142.000 ton.

“Sejauh ini produktivitas dan produksi Kabupaten Sigi surplus dengan jumlah mencapai 142.000 ton pada tahun 2025 kemarin,” ucapnya.

Ia memastikan pemerintah Kabupaten Sigi terus berupaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi lahan baku sawah yang saat ini tercatat seluas 15.000 hektar.

“Kami menginginkan adanya angka indeks pertanaman yang bisa mencapai tiga kali tanam, terutama untuk areal yang irigasinya bagus,” ucap Afit.

Lebih lanjut Afit menjelaskan, di wilayah Kabupaten Sigi saat ini terdapat total 30 daerah irigasi yang menunjang lahan pertanian. Dari jumlah tersebut terbagi dari 1 daerah irigasi kewenangan pemerintah Pusat, 2 irigasi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan 27 daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sigi.

Ia menyebut untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan untuk pembangunan dan perbaikan daerah irigasi baru sebagai upaya memaksimalkan produktivitas pertanian wilayah. Dinas TPHP Sigi menargetkan capaian pembangunan hingga perbaikan daerah irigasi di Kabupaten Sigi mencapai 20 hingga 30 titik dengan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pengelola Wilayah Sungai Sulawesi III.

"Bantuan itu ada yang pembangunan baru, ada juga yang rehab dan ini sangat membantu indeks penanaman tadi dan sangat membantu para petani untuk bisa mengolah lahannya dengan ketersediaan air yang cukup," ucap Afit.

Untuk memenuhi kebutuhan air untuk sektor pertanian di Kabupaten Sigi, Dinas TPHP Sigi juga menyiapkan sumur pompa di sejumlah wilayah perbukitan, salah satunya di Desa Oloboju. Afit menyebut, sumur pompa yang disiapkan di wilayah tersebut mampu mengairi hingga 15 hektar area pertanian yang sulit dijangkau oleh irigasi.

"Sumur pompa itu juga sangat membantu karena dia bisa dibangun di titik-titik lahan kritis dan daerah-daerah perbukitan yang memang sulit dijangkau oleh irigasi karena dia ada di area ketinggian," ucapnya.

Dinas TPHP Sigi optimis bahwa dengan pengelolaan yang tepat, kemandirian sektor pertanian akan terus bertumbuh positif. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas suplai pangan di wilayah Sulawesi Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....