Bulog Sulteng Kendala Dalam Penyerapan Gabah Petani
- 03 Feb 2026 13:23 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mengakui masih terkendala dalam pengadaan gabah dari para petani. Hal itu disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke saat dikonfirmasi pada Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menyebut kendala tersebut disebabkan karena sebagian besar masyarakat belum menjual hasil panennya dalam bentuk gabah, melainkan sudah dalam bentuk beras.
"Hampir semua masyarakat yang potensinya besar untuk pengadaan itu belum melaksanakan penyerapan gabah, mereka masih menjual dalam bentuk beras," ucapnya.
Baca Juga: Bulog Sulteng Targetkan Penyerapan Beras Hingga 11.300 Ton
Jusri menambahkan, hal tersebut masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya optimalisasi pengadaan gabah. Ia menyebut masih perlu melakukan koordinasi dan pendekatan lebih intensif di lapangan agar penyerapan gabah dapat berjalan maksimal.
"Ini memang kami pekerjaan yang harus kami koordinasikan di lapangan dan semoga ke depan ini bisa berjalan lancar," ujarnya.
Bulog Sulawesi Tengah akan memperkuat koordinasi dengan dinas pertanian di tingkat kabupaten. Langkah ini dilakukan untuk menyampaikan mekanisme penyerapan gabah secara menyeluruh kepada petani.
"Nanti kami banyak koordinasi dengan teman-teman di Dinas Pertanian kabupaten/kota untuk menyampaikan penyerapan gabah dengan baras itu seperti apa untuk membuka cara pandang petani," jelasnya.
Baca Juga: Bulog: Stok Beras Sulawesi Tengah Cukup
Oleh karena itu, Ia menilai sosialisasi kepada petani sangat diperlukan. Edukasi ini bertujuan membuka cara pandang petani agar memahami manfaat menjual gabah.
Ia menyebut, sosialisasi itu tidak hanya melibatkan Bulog semata. Mulai dari Pemerintah daerah, TNI, serta para penyuluh pertanian juga akan dilibatkan dalam upaya sosialisasi terkait penyerapan gabah petani.
"Ini masih perlu sosialisasi ke petaninya dan itu tidak bisa hanya orang Bulog saja, pemerintah daerah maupun teman-teman TNI dan penyuluh pertanian perlu terlibat dalam melakukan sosialisasi," tegas Kabulog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....