Memorabilia Hasan M Bahasyuan, Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Hak Cipta Seni

  • 04 Apr 2026 15:16 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Memorabilia Hasan M Bahasyuan digelar dalam konsep pameran dokumentasi dan arsip di Kafe Raego Palu, Kamis 2 April 2026.Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan dan karya Hasan M Bahasyuan, sekaligus wadah refleksi pentingnya pelestarian karya seni sebagai bagian dari kekayaan intelektual daerah.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah ke-11, Rusdi Mastura, serta jajaran pejabat daerah lainnya. Kanwil Kemenkum Sulteng Bidang Pelayanan KI turut menghadiri acara tersebut.

Dalam kegiatan ini, sejumlah isu strategis turut mengemuka, di antaranya pentingnya pengembangan sektor seni berbasis kearifan lokal, penguatan kolaborasi antara pelaku seni dan musisi dalam mendorong ekonomi kreatif. Selain itu, memorabilia ini juga menekankan perlunya dukungan lintas sektor dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku seni.

Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulteng dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya seni dan budaya. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendorong kesadaran para pelaku seni akan pentingnya pencatatan dan perlindungan kekayaan intelektual atas karya yang dihasilkan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, dalam keterangannya menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan aset intelektual yang memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga ekonomi.

“Karya seni adalah bagian dari kekayaan intelektual yang harus dilindungi dan dikelola secara baik. Melalui perlindungan KI, para seniman tidak hanya mendapatkan pengakuan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi dari karya mereka,” ujar Rakhmat Renaldy.

Ia juga menambahkan Kanwil Kemenkum Sulteng siap mendorong hadirnya berbagai program yang mendukung penguatan ekosistem seni kreatif, termasuk melalui fasilitasi pendaftaran KI, edukasi, hingga kolaborasi lintas sektor. Selain itu, diperlukan pula perumusan skema ekonomi yang mampu mendukung keberlanjutan dunia seni, sehingga para pelaku seni dapat berkembang secara profesional dan mandiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....