Pemkab Donggala Tekan Angka Pengangguran Melalui Pelatihan Calon PMI
- 02 Apr 2026 22:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala - Pemerintah Kabupaten Donggala terus berupaya menekan angka pengangguran di daerah tersebut. Salah satunya melalui pelatihan kerja bagi para calon pekerja migran Indonesia (PMI).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Donggala Moh Ilham Yunus menyebut saat ini angka pengangguran terbuka di daerah ini pada tahun 2025 mencapai 4.400 orang.
"Jadi berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran itu seperti pendidikan dan pelatihan khususnya bagi calon Pekerja Migran Indonesia yakni pelatihan bahasa dan budaya Jepang," kata Ilham di Donggala, pada Rabu, 1 April 2026.
Dia mengatakan program pelatihan kerja tersebut hingga saat ini masih terkendala akibat terbatasnya lapangan kerja formal di Kabupaten Donggala.
"Lapangan kerja formal di daerah masih kurang sehingga pemerintah membuka peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi," ucapnya
Ia menuturkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang itu dilaksanakan dengan bekerja sama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yayasan Sing Indonesia serta mendukung program Satu Desa Satu PMI.
"Harapannya ke depan penyerapan tenaga kerja ke luar negeri bisa meningkat, sehingga angka pengangguran di Donggala dapat ditekan," sebutnya.
Menurut dia, pemerintah daerah segera melaksanakan pelatihan berbasis masyarakat melalui Mobile Training Unit (MTU) tahun 2026.
"Pelatihan itu mulai dilakukan pada Mei mendatang seperti pelatihan menjahit di Kelurahan Boneoge dan pelatihan komputer di Desa Batusuya," kata dia.
Ilham menyebutkan peserta pelatihan itu berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan hasil reses DPRD yang telah diakomodasi dalam APBD.
Pemerintah daerah mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, pelayanan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja.
"Peserta yang telah mengikuti pelatihan akan kami fasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri, Khusus untuk program pelatihan bahasa dan budaya Jepang, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti uji kompetensi sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....