PB Alkhairaat Apresiasi Dukungan Pemkot Palu dalam Festival Raudhah 2026

  • 31 Mar 2026 10:36 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Rangkaian kegiatan Festival Raudhah 2026 yang telah berlangsung selama tiga hari di kompleks Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu resmi ditutup pada Senin, 30 Maret 2026 malam. Kegiatan tahunan ini dinilai sebagai wujud nyata dari proses pembudayaan dan syiar yang diwariskan oleh ulama besar Al-Alamah Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua.

Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaludin Mariadjang, menyampaikan bahwa festival ini telah menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan berbagai kreativitas. Keberagaman produk ekonomi hingga seni budaya yang ditampilkan merupakan cerminan dari realitas budaya yang tumbuh di tengah umat Alkhairaat.

"Kegiatan festival Raudhatul Al-Jufri ini telah kita mulai sejak tahun 2010 sehingga sekarang ini sudah hampir 16 tahun," ucapnya.

Jamaludin mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Palu yang telah menginisiasi teknis pelaksanaan festival sejak 16 tahun silam. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pariwisata, telah menjadikan acara ini sebagai agenda rutin yang memperkuat sektor pariwisata religi di Kota Palu.

"Dari tahun ke tahun telah menjadi semacam konvensi di antara kita dan pemerintah Kota Palu bahwa pemerintah memberikan dukungan dan berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini," ucapnya.

Pihak PB Alkhairaat memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas kerja sama yang terjalin erat dengan pemerintah daerah dalam memajukan potensi lokal. Kehadiran para pelaku UMKM dan kreator seni selama festival berlangsung diharapkan dapat memacu lahirnya prestasi-prestasi baru di masa depan.

"Kami atas nama pengurus besar Alkhairaat mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pemerintah kota yang selama ini telah bekerja sama," ucapnya.

Selain aspek ekonomi, penampilan para kreator seni selama beberapa malam terakhir dianggap sebagai pencapaian budaya yang luar biasa bagi warga Palu. Jamaludin optimis bahwa generasi mendatang akan terus hadir dengan kreasi seni yang lebih modern dan maju tanpa meninggalkan akar nilai-nilai keumatan.

"Kita akan lihat nanti generasi kita akan hadir dengan kreasi-kreasi seni yang lebih modern, lebih maju tentu bermanfaat bagi umat dan bangsa," ujarnya.

PB Alkhairaat juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan tahun ini masih terdapat berbagai kekurangan di lapangan. Seluruh catatan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk perbaikan kualitas festival pada tahun-tahun mendatang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila penyelenggaraan ini terdapat kekurangan dan tentu saja kita akan perbaiki di waktu mendatang," ucapnya.

Festival Raudhah 2026 resmi berakhir dengan harapan besar agar semangat syiar Guru Tua tetap hidup dalam setiap kreativitas masyarakat. Sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah diharapkan terus terjaga demi kemajuan pembangunan karakter dan ekonomi di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....