Polda Sulteng Sebar 3.739 Personel Gabungan Operasi Ketupa Tinombala 2026
- 12 Mar 2026 09:48 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Polda Sulawesi Tengah menyiagakan sebanyak 3.739 personel gabungan untuk mengawal kelancaran Operasi Ketupat Tinombala 2026 di seluruh wilayah hukum Sulteng. Kekuatan personel ini terdiri dari 1.566 anggota Polri, 399 prajurit TNI, serta 1.774 personel dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Endi Sutendi menyebut, operasi kepolisian terpusat itu akan berlangsung selama 13 hari kedepan, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 mendatang. Untuk menunjang pengamanan, pihaknya mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres/Ta jajaran.
“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” ucap Kapolda Sulteng saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026, Selasa 10 Maret 2026.
Ditambahkan 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) akan dioperasikan untuk menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi para pemudik. Selain itu, terdapat 15 Pos Terpadu yang melibatkan lintas instansi guna memberikan pelayanan kesehatan bagi pengemudi demi menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.
Kapolda menekankan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga mencakup kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan konvensional hingga potensi aksi terorisme. Seluruh jajaran juga diinstruksikan untuk mengantisipasi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem di titik-titik rawan.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutur Kapolda.
Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menyukseskan pengamanan agenda nasional tahunan ini agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan lancar. Kapolda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi aktif demi keselamatan publik di Sulawesi Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....