Yayasan Arkom Indonesia Luncurkan Buku Tentang Pemulihan Pascabencana Palu

  • 06 Mar 2026 20:41 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Yayasan Arkom Indonesia meluncurkan buku berjudul “Pilah, Pilih, Pulih” yang mengisahkan perjalanan pemulihan pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala pada 2018. Peluncuran buku tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Silae Palu, Kota Palu, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Direktur Yayasan Arkom Indonesia Yuli Kusworo mengatakan, buku ini merekam perjalanan panjang masyarakat penyintas dalam membangun kembali kehidupan mereka setelah bencana. Ia menyebut kisah yang disajikan tidak hanya menggambarkan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kembali infrastruktur, tetapi juga proses belajar bersama, penguatan kapasitas warga, serta upaya merawat harapan pascabencana.

Dalam buku tersebut, proses pemulihan digambarkan melalui tiga fase utama, yakni tanggap darurat, perencanaan bersama, hingga penguatan sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan ini menempatkan para penyintas sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan pemulihan.

“Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai ketahanan terhadap bencana, sekaligus referensi bagi wilayah lain di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara yang menghadapi tantangan serupa,” kata Yuli Kusworo.

Yuli menjelaskan, buku ini juga mengulas proses pemulihan yang berawal dari kampanye solidaritas regional bertajuk #ToIndonesiaWithLove yang digagas AirAsia Foundation setelah bencana besar melanda Palu dan Lombok pada 2018. Melalui kampanye tersebut, dana sebesar Rp13 miliar berhasil dihimpun dari berbagai donasi, termasuk kontribusi dari AirAsia.

“Dana tersebut kemudian disalurkan kepada Yayasan Arkom Indonesia, jaringan arsitek komunitas yang bekerja di berbagai wilayah Indonesia dalam mendorong solusi hunian yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, lanjut Yuli, sebanyak 95 unit hunian tahan gempa berhasil dibangun untuk 95 keluarga penyintas di sejumlah wilayah terdampak di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Program ini juga mencakup pendampingan kepada warga di empat wilayah, yakni Kelurahan Mamboro Barat dan Mamboro di Kota Palu, serta Desa Tanjung Padang dan Desa Tompe di Kabupaten Donggala, dalam menyusun perencanaan berbasis risiko bencana yang kemudian disahkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Selain pembangunan hunian, sejumlah fasilitas komunitas seperti ruang bersama dan pusat kegiatan warga juga dibangun untuk mendukung pemulihan sosial masyarakat,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Director AirAsia Foundation Mun Ching mengungkapkan bahwa pihaknya memilih bermitra dengan Arkom Indonesia karena pendekatan yang mengedepankan kepemimpinan masyarakat.

“Kami memilih bermitra dengan Yayasan Arkom Indonesia karena telah mengenal baik pendekatan mereka yang berakar pada kepemimpinan masyarakat. Langkah dan kerja Arkom selalu berpijak pada kearifan lokal, budaya, dan aksi kolektif, dengan menempatkan para penyintas sebagai pusat dari setiap proses pemulihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain mendukung pembangunan kembali hunian warga, AirAsia Foundation juga memberikan dukungan pendanaan untuk penyusunan dan penerbitan buku dokumenter “Pilah, Pilih, Pulih". Buku tersebut, baginya, merekam berbagai pembelajaran penting dari model rekonstruksi berbasis komunitas yang dijalankan bersama masyarakat terdampak bencana.

Peluncuran buku ini turut dirangkaikan dengan kegiatan Pra-Inagurasi penerbangan perdana Indonesia AirAsia Rute Surabaya-Makassar-Palu pada 7 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....