Pemkot Palu Perkuat Kapasitas Kewilayahan di Kecamatan Tawaeli
- 04 Mar 2026 21:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas kewilayahan di Kecamatan Tawaeli, Rabu, 4 Maret 2026 yang berlangsung di ruang kerja Camat Tawaeli. Kegiatan ini menjadi salah satu terobosan baru Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Dalam paparannya, Camat Tatanga Muhammad Yusuf menyampaikan secara garis besar mengenai peran strategis aparatur sipil negara (ASN), khususnya camat dan lurah, dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah. Menurutnya, terdapat empat pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang harus dijalankan hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
Empat pilar tersebut meliputi penyelenggaraan pemerintahan melalui pelaksanaan urusan umum serta pelimpahan wewenang, pelayanan publik yang mencakup pelayanan perizinan dan non-perizinan di wilayah, pembangunan melalui koordinasi pembangunan fisik serta sarana dan prasarana, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan taraf hidup dan kapasitas warga. Yusuf juga mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai ASN harus dijalankan secara maksimal, khususnya bagi camat dan lurah di wilayah.
Ia menyampaikan bahwa sebagaimana arahan wali kota, pelaksanaan tugas dan fungsi ASN di tingkat wilayah masih perlu terus ditingkatkan.
“Berbagai program pemerintah tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan masyarakat, karena itu, aparatur di wilayah diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Palu Timur Gunawan memaparkan materi terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta peran kelurahan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara pimpinan dan seluruh jajaran di tingkat kelurahan.
Gunawan menggarisbawahi salah satu pesan penting dari Wali Kota Palu, yakni perlunya pembagian tugas dan fungsi yang jelas kepada setiap bawahan agar pelaksanaan kerja dapat berjalan efektif dan terarah.
Selanjutnya, Camat Palu Selatan Goenawan, turut berbagi pengalaman perjalanan kariernya di lingkungan Pemerintah Kota Palu. Ia menceritakan pengalamannya sejak memulai karier sebagai staf di Kecamatan Palu Selatan, kemudian bertugas di Palu Utara, hingga dilantik sebagai kepala seksi di Lambara.
Menurutbya, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mendedikasikan diri untuk bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Palu. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada daerah harus dimulai dari pola pikir atau mindset yang baik dalam bekerja.
“Pengalaman itu luar biasa. Tidak lain bagaimana kita mendedikasikan diri bekerja dengan baik di Pemerintah Kota Palu. Jadi jiwa saya saya serahkan untuk Kota Palu, karena siapa lagi kalau bukan kita yang membangun Kota Palu,” ucapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi informasi serta tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Diskusi tersebut berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman serta memperkuat koordinasi di tingkat wilayah.
Penguatan kapasitas kewilayahan ini diikuti oleh para lurah dan sekretaris lurah se-Kecamatan Tawaeli, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan di wilayah Kota Palu. Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan, Nathan Pagasongan, menyampaikan pentingnya bekerja secara terstruktur dan membangun sinergitas antar ASN.
Nathan menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga kelurahan harus melanjutkan pesan yang telah disampaikan oleh Wali Kota Palu, yaitu memperkuat persamaan cara berpikir serta meningkatkan kerja sama yang baik dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, sinergitas menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Oleh karena itu, pembagian tugas harus dilakukan dengan baik dan terstruktur agar setiap program dapat berjalan efektif.
“Yang pertama kita harus memiliki persamaan cara berpikir. Kita harus bekerja sama dengan baik, membangun sinergitas, serta membagi tugas dengan baik. Semua yang diawali dengan baik, hasilnya juga akan baik,” ujarnya.
Nathan juga mengingatkan bahwa ASN harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam berbagai hal, termasuk dalam kepatuhan terhadap kewajiban daerah. Salah satunya adalah pembayaran retribusi sampah dan pembayaran PBB-P2.
“ASN harus memberikan contoh. Kita harus bayar retribusi sampah duluan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung mengenai jenjang karier bagi para pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, posisi camat dan lurah merupakan salah satu jenjang yang memiliki peluang cepat untuk berkembang dan naik ke jabatan yang lebih tinggi apabila mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Nathan turut mengingatkan rencana lelang jabatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palu dalam waktu mendatang. Staf ahli mendorong para pejabat, khususnya di wilayah Kecamatan Tawaeli, untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat.
“Silakan para pejabat se-Kecamatan Tawaeli ikut bertarung dalam lelang jabatan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu. Dan bagi pejabat yang hari ini menduduki jabatan, bersiap-siaplah untuk dievaluasi,” ucapnya.
Nathan menambahkan bahwa evaluasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas birokrasi serta memastikan setiap pejabat mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Ia turut mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk tetap bekerja dengan baik, menjaga semangat, serta memperhatikan kesehatan agar dapat menjalankan tugas secara maksimal.
“Saya harap kita semua tetap bekerja dengan baik, tetap semangat, jaga kesehatan, jangan sampai sakit,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....