Pemerintah Kota Palu Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Masomba
- 03 Mar 2026 11:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah bersama Satgas Pangan melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di pasar tradisional Kota Palu pada pertengahan bulan suci Ramadan 1447 H. Sidak tersebut dilakukan di Pasar Masomba Kota Palu pada Selasa, 3 Maret 2026.
Sidak tersebut dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan stok bahan pokok selama Ramadan 1447 H. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin yang memimpin jalannya sidak tersebut memantau sejumlah pedagang, mulai dari cabai, daging, hingga beras. Berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan adanya kenaikan harga dari sejumlah bahan pokok, yakni cabai rawit, telur, dan ikan.
"Alhamdulillah sidaknya berjalan dengan aman, lancar semuanya, para pedagang juga menyampaikan hal-hal terkait masalah kenaikan harga seperti cabai Rawit dan ikan," ucap Wawali Imelda saat diwawancarai usai sidak.
Wawali Imelda menjelaskan harga cabai rawit kini berada di Rp60.00 sampai 65.000 per kilogramnya. Adapun untuk Telur ayam dengan ukuran sedang berada di harga Rp65.000, sementara untuk ukuran besar di harga Rp70.000.
Imelda menyebut, kenaikan harga telur tersebut disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat di pertengahan puasa, termasuk untuk pembuatan kue jelang hari raya Idulfitri 1447 H.
"Seperti kita ketahui bahwa karena ini pertengahan puasa pasti banyak yang menggunakan telur untuk pembuatan kue dan lain sebagainya," ucapnya.
Sebagai upaya tindak lanjut dari gejolak harga kebutuhan pokok di pasar, pemerintah Kota Palu menghadirkan program pasar murah dan gerakan pangan murah hingga Gade Nolumaku atau pasar murah keliling. Melalui program tersebut pemerintah Kota Palu memberikan subsidi Rp5.000 untuk sejumlah komoditas seperti telur, beras, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, dan gas elpiji.
"Kami selalu berikan subsidi Rp5.000, seperti bawang merah, kemudian cabai rawit, kemudian telur itu kami lakukan ada minyak itu melakukan subsidi ada gas juga di dalamnya," ucapnya.
Selain itu Imelda menyebut, pemerintah Kota Palu menjadwalkan akan melakukan sidak kembali ke pasar, distributor hingga pangkalan gas untuk memastikan tidak ada oknum yang melakukan penimbunan.
"Ketika kita mendapatkan para pedagang atau distributor melakukan penimbunan itu maka akan kami tindak, termasuk juga pangkalan gas yang menaikkan harga," ucapnya
Wawali Imelda juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok secara bijak. Imbauan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan stok bahan pokok di pasar.
Sementara itu Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke mengatakan berdasarkan hasil sidak, kondisi stok dan harga beras di pasar masomba cenderung stabil.
"Kalau kami lihat kondisi beras di pasar ini cukup stabil dan tidak ada kenaikan yang signifikan dan juga di beberapa outlet yang memang sudah kerja sama dengan Bulog itu ketersediaannya banyak," ucapnya.
Jusri mengatakan ketersediaan stok beras di gudang Bulog saat ini sekitar 22 ribu ton beras dan terus disalurkan rata-rata 21 ton per hari. Ia memastikan jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan hingga 3 sampai 4 bulan kedepan.
"Kita keluarkan per hari itu sekitar 21 ton, sementara stok kita masih ada sekitar 22.000 ton dan ini bisa sampai lebaran haji 3-4 bulan ke depan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....