Mahasiswi FKM Untad Dorong Perubahan Perilaku Sehat Masyarakat

  • 25 Feb 2026 10:36 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu -Sebagai bentuk edukasi kesehatan masyarakat, PRO 2 RRI Palu kembali menghadirkan tiga mahasiswi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, yakni Atika Rahmasari, Siti Masita Kindangin, dan Jaris Madani. Dalam dialog tersebut, ketiganya tidak hanya berbagi cerita tentang jurusan yang mereka tekuni, tetapi juga mengupas tuntas peran strategis generasi muda sebagai penggerak kesehatan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada.

Pada kesempatan itu, mereka menjelaskan perbedaan mendasar antara ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Jika kedokteran berfokus pada penyembuhan pasien secara individu, maka kesehatan masyarakat bekerja di hulu melalui pendekatan promotif dan preventif pada populasi yang lebih luas. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka kesakitan karena menitikberatkan pada pencegahan sebelum penyakit berkembang.

Melalui pengalaman dan pengamatan di lapangan, ketiganya menilai tantangan terbesar tenaga kesehatan masyarakat adalah mengubah perilaku yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat. Atika Rahmasari menegaskan bahwa tugas tersulit promotor kesehatan adalah mendorong perubahan kebiasaan lama.

“Kita harus jadi teladan dulu sebelum mengajak orang lain,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa yang fokus di bidang promosi kesehatan, mereka juga menekankan pentingnya konsistensi pribadi. Sebelum mengajak masyarakat rutin berolahraga atau menjaga pola makan seimbang, tenaga kesehatan masyarakat harus lebih dulu menerapkan disiplin tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar pesan yang disampaikan lebih persuasif. Dalam praktiknya, mereka melakukan analisis situasi untuk mengidentifikasi persoalan mendesak seperti stunting, diare, diabetes, hingga penyakit kulit di suatu wilayah.

Salah satu pengalaman lapangan yang mereka bagikan adalah saat melakukan penyuluhan di Lapas Perempuan Kelas 3, di mana ditemukan tingginya kasus dermatitis di kalangan warga binaan. Intervensi pun difokuskan pada edukasi sanitasi lingkungan dan kebersihan diri sesuai standar kesehatan. Mereka menegaskan, tujuan akhir pengabdian mahasiswa kesehatan masyarakat adalah pemberdayaan.


.FQ
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....