Regulasi Jam Operasional Rumah Makan di Kota Palu dinilai Sudah Tepat

  • 24 Feb 2026 14:10 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Palu Ismail Pangeran mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang membolehkan rumah makan untuk tetap beroperasi di bulan ramadan, dengan beberapa ketentuan yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut dinilai sudah tepat untuk menjaga nilai kebersamaan serta kedamaian di tengah masyarakat

"Sudah benar aturan terkait operasional rumah makan dikeluarkan oleh pemerintah Kota Palu, untuk menjaga nilai kebersamaan dan menjaga tatanan yang sudah begitu aman dan damai," ucap Ismail saat mengisi program Pro 1 RRI Palu "Palu Menyapa: Sweeping Rumah Makan selama Ramadan", Senin 23 Februari 2026.

Ismail menegaskan, setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat perlu diselesaikan melalui musyawarah, termasuk polemik jam operasional rumah makan yang sering menjadi perdebatan di bulan ramadan. Dengan musywawarah, semangat toleransi antarwarga tetap terjaga.

"Kota Palu ini makin hari makin indah, mari kita jaga bersama dan tidak terpecah karena sepeleh, kalau ada kekeliruan atau masalah, dimusyawarahkan dan dinasihati," tuturnya.

Hadirnya aturan ini pun diharapkan dapat dihormati oleh seluruh pihak. Ismail juga berharap agar aturan ini dapat disosialisasikan agar dapat dipahami dan ditaati oleh masyarakat.

"Saya kira perlu untuk disosialisasikan, namun ini bukan hanya tugas pemerintah kota atau pemerintah provinsi semata, tokoh agama seperti mubalig, pendeta, dan biksu juga memiliki kewajiban yang sama untuk mengingatkan umat pentingnya saling menghargai antar sesama," kata Ismail.

Ismail pun menegaskan pendekatan persuasif perlu dikedepankan dalam memberi pemahaman terhadap hadirnya aturan dan imbauan tersebut, khususnya kepada kelompok masyarkat yang aktif melakukan sweeping rumah makan di bulan Ramadan. Ia optimis ajakan ini dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Jika kita menyampaikan dengan cara lembut, bagaimanapun orang akan bisa menerima. Oleh karena itu maka pendekatannya harus dilakukan dari hati," ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di kota ini. Sebagai daerah yang majemuk, sudah menjadi kewajiban bersama untuk merawat keberagaman suku, agama, dan budaya agar tetap harmonis.

"Semua agama, suku, dan bangsa ada di Kota Palu, hidup damai dan rukun. Untuk itu sudah menjadi kewajiban kita berama menjaga kerukunan," ujar Ismail.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....