Tujuh Hari Pencarian, Operasi SAR KLM Nur Ainun Resmi Dihentikan
- 23 Feb 2026 10:24 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Setelah tujuh hari melakukan operasi pencarian intensif terhadap korban tenggelamnya Kapal KLM Nur Ainun Balqis, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu menghentikan pencarian. Penghentian ini dilakukan setelah pemerintah setempat dan pihak keluarga melakukan musyawarah bersama, Minggu 22 Februari 2026.
Kepala pelaksana KPP Palu Muhammad Rizal menyebut, hari ketujuh pencarian tetap dilakukan secara maksimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Operasi tersebut mengerahkan KN SAR Baladewa untuk menyisir area di sekitar titik koordinat terakhir kapal dilaporkan hilang.
"Kami melakukan operasi dengan radius pencarian 50 Nauctical Miles dengan pola lintasan 1 Nauctical Miles arah selatan dan barat LKP (Last Known Position), dan kami melakukan evaluasi setelahnya," ujar Rizal.
Hingga pukul 15.30 WITA, tim di lapangan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di area pencarian yang telah ditentukan. Berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah dengan pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup secara resmi.
Baca Juga: SAR Palu Perluas Area Pencarian KLM Nur Ainun Balqis
Meski operasi telah dihentikan, Rizal memastikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan di wilayah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke Tim SAR apabila menemukan objek atau tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.
"Kami akan tetap melakukan pemantauan dan siap membuka kembali operasi SAR apabila tanda-tanda keberadaan korban ditemukan," ucapnya.
Sebelumnya, Kapal KLM Nur Ainun Balqis dilaporkan karam setelah terhempas ombak tinggi, Sabtu 14 Februari 2026 lalu di Perairan Selat Makassar. Kapal tersebut diketahui dalam perjalanan dari Pelabuhan Nunukan menuju Kabupaten Barru, Sulawesi Tengah dengan mengangkut lima awak kapal
Dari total lima orang yang terdaftar, tiga diantaranya berhasil ditemukan oleh kapal nelayan Donggala keesokan harinya. Sementara itu, dua orang lainnya, Gus Awan (47) dan Adam (20) dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....