Mahasiswa Pertanian Untad Suarakan Inovasi Lewat Jurnalisme Kampus
- 08 Feb 2026 20:03 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) Pro 1 Palu menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa Kota Palu untuk bertukar gagasan dan perspektif kritis. Diskusi ini sekaligus menjadi panggung bagi anak muda dalam menunjukkan bahwa sektor pertanian dan literasi merupakan dua pilar yang saling mendukung dalam mendorong pembangunan daerah.
Hadir sebagai narasumber inspiratif, Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mahaswara Fakultas Pertanian Universitas Tadulako periode 2026, Diva Yudita Rizki, bersama Sekretaris Umum, Zainal. Keduanya membedah peran ganda sebagai calon praktisi pertanian sekaligus jurnalis kampus yang memiliki tanggung jawab menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Diva Yudita Rizki membagikan kisah personal di balik pilihannya mendalami jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
"Motivasi saya berangkat dari keinginan melanjutkan dedikasi kakek yang dulunya berprofesi sebagai penyuluh pertanian,"ungkapnya.
Sementara itu, Zainal yang fokus pada Teknologi Hasil Pertanian menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi untuk membuka lapangan pekerjaan baru di masa depan.
Dari perspektif ekonomi, keduanya menilai sektor pertanian masih menjadi primadona, terutama di tengah fokus pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional. Mereka melihat Sulawesi Tengah memiliki posisi strategis dalam peta agrikultur Indonesia, termasuk potensi besar di wilayah Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong yang dikenal unggul dalam tanaman pangan dan hortikultura.
"Di setiap kesempatan saya selalu menegaskan bahwa peningkatan produksi harus diiringi dengan pembaruan ilmu pertanian berkelanjutan agar lahan tetap produktif dalam jangka panjang,"katanya.
Menutup perbincangan, Diva dan Zainal menegaskan komitmen LPM Mahaswara untuk tetap kritis terhadap isu-isu kampus seperti UKT, sekaligus menjaga idealisme di sektor pertanian. Mereka menilai pers mahasiswa memiliki peran penting dalam mengemas hasil riset kampus menjadi informasi praktis bagi petani.
“Kami ingin memastikan setiap riset dan inovasi yang lahir di Untad tidak berhenti di perpustakaan saja, tetapi sampai ke tangan petani dalam bahasa yang mereka mengerti,” tutup Diva.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....