Pemkab Parimo Tambah Armada Tangani Karhutla

  • 06 Feb 2026 13:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kondisi medan yang sulit menjadi kendala utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Avolua dan Uevolu. Angin kencang turut memicu titik api baru, yang menyebabkan kebakaran semakin meluas.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengungkapkan, dengan kondisi yang dihadapi, diperlukan armada tambahan agar penanganan Karhutla dapat berjalan lebih optimal. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah pemsangan alkon air di sejumlah titik, sehingga dapat memudahkan petugas untuk melakukan pemadaman.

"Kita telah melihat kondisi medan yang sulit, kendaraan tidak bisa naik, sementara angin sangat kencang membuat api membesar. Untuk itu kami telah mengantisipasi dengan pemasangan alkon, untuk mengantisipasi pemadaman api yang selama ini dilakukan secara manual," ucap Erwin setelah meninjau lokasi Karhutla pada Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menambahkan, sebanyak 30 unit alkon telah disiapkan untuk mendukung proses pemadaman di sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan. Alkon tersebut didistribusikan oleh Dinas Pertanian guna mempercepat penanganan kebakaran di lapangan.

Baca Juga: Keterbatasan Armada dan Medan Sulit Kendala Pemadaman Karhutla di Parimo

Lebih lanjut, guna memaksimalkan upaya pemadaman, Pemerintah Kabupaten Parigi  Moutong terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat. Koordinasi tersebut dilakukan agar proses pemadaman api dapat berjalan lebih optimal.

Dari koordiansi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyetujui pengerahan armada dan penambahan personel. Untuk itu, pemerintah daerah telah mengupayakan agar bantuan dapat tiba dalam satu hingga dua hari ke depan. 

"Kemarin sudah disetujui oleh BNPB, hanya saja masih proses, untuk itu kami membuutuhkan dukungan teman-teman DPR-RI. Alhamdulillah dari Komisi 8 Matindas Janus Rumambi telah bersedia membantu agar bantuan bisa datang secepatnya," tuturnya. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, 42 hektar lahan diperkirakan terdampak akibat Karhutla. Namun, asesmen lanjutan akan dilakukan, untuk menyesuaikan dengan data citra satelit Provinsi Sulawesi Tengah yang menunjukkan luasan terdampak hingga 90 hektar. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....