Bulog: Stok Beras Sulawesi Tengah Cukup
- 26 Jan 2026 15:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mencatat stok beras untuk wilayah Sulawesi Tengah saat ini sekitar 22.000 Ton. Jumlah ini dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk menghadapi peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
Hal itu disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, saat ditemui diruang kerjanya pada Senin, 26 Januari 2026. Selama tahun 2025 Bulog Sulteng mencatat capaian penyerapan beras mencapai sekitar 8.000 ton beras.
Jusri menyebut, pada tahun 2026, pihaknya menargetkan penyerapan beras di wilayah kerjanya hingga 11.300 ton. Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga menargetkan penyerapan komoditas jagung pada 2026 sekitar 3.000 ton.
Baca Juga: Bulog Sulteng Targetkan Penyerapan Beras Hingga 11.300 Ton
Dalam pelaksanaannya, pengadaan beras tersebut dilakukan melalui dua metode, yakni pembelian gabah dari petani dan pembelian beras.
"Dalam pengadaan itu ada beberapa tahapan yang kita lalui metodenya, pengadaan itu tadi 11.300 setara beras, dalam perolehannya nanti kita bisa melaksanakan dengan mekanisme pembelian gabah, baik gabah kering panen, gabah kering giling maupun beras," ucapnya.
Untuk mendukung capaian target tersebut, pihaknya akan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kerja sama tersebut akan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, TNI-Polri, hingga penyuluh pertanian.
"Penyuluh pertanian kan mengerti kondisi yang ada di lapangan atau kapan mereka panen, bahkan mungkin sampai hari ini mereka tahu di lapangan, sehingga kami banyak koordinasi dengan mereka," ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Palu Dorong Pemkot Jaga Stabilisasi Harga Sembako
Jusri menambahkan, saat ini pihaknya masih terkendala dalam penyerapan gabah dari petani. Hal itu dikarenakan selama ini petani masih cenderung menjual dalam bentuk beras.
"Hampir semua masyarakat yang potensinya besar untuk pengadaan itu belum melaksanakan penyerapan gabah, ini memang pekerjaan yang harus kami koordinasikan di lapangan dam semoga kedepannya ini bisa berjalan lancar," ungkapnya.
Untuk memaksimalkan penyerapan gabah tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten/kota dalam mensosialisasikan metode penjualan gabah tersebut. Menurutnya, penyerapan gabah ini akan lebih menguntungkan petani dibandingkan menjual dalam bentuk beras.
"Kita mau sampaikan penyerapan gabah dan beras itu seperti apa, semua sangat menguntungkan ini untuk membuka cara pandangnya petani bahwa pada saat mereka menjual gabah itu lebih enak dan lebih sederhana," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....