Ratusan KK Desa Jonokalora Terdampak Kekeringan
- 02 Feb 2026 17:25 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo - Kekeringan melanda Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat. Kondisi tersebut terdampak di Dusun 2 dan Dusun 3, menyebabkan ketersidaan air mereka menipis.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong Muhammad Rifai menyebut, informasi awal diterima pada Minggu, 1 Februari 2026. Dijelaskan, kondisi kekeringan sebenarnya telah dirasakan masyarakat sejak tahun lalu dan semakin parah akibat musim kemarau panjang yang berlangsung sejak awal Januari 2026.
"Dari hasil pantauan kami, SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) sudah cukup sulit didapatkan warga dalam beberapa tahun terakhir, namun kondisi terakhir membutuhkan 2 hari untuk mengalir dengan volume yang sedikti," ujar Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon pada Senin, 2 Februari 2026.
Ia menambahkan, rendahnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air warga, termasuk Sungai Jono Kalora, mengalami penurunan debit secara signifikan hingga mengering. Hal ini turut berdampak pada ketersediaan air bersih warga.
Baca Juga: Pemda Parimo Diharapkan Waspada Karhutla
"Debit sungai sudah banyak yang menurun hingga kering, sehingga warga memanfaatkan SPAM sebagai sumber air," tuturnya.
Sebanyak 270 Kepala Keluarga dari dusun 2 dan 3 terdampak akibat kekeringan tersebut. Untuk saat ini, pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak warga yang perlu segera dipenuhi.
Untuk mengatas hal tersebut, BPBD Parigi Moutong telah melakukan koordinasi ke pemerintah daerah dan provinsi untuk menyalurkan bantuan air bersih. Ia menargektan bantuan tersebut paling lama diterima warga pada Selasa, 3 Februari 2026.
"Insya Allah hari ini atau besok (Selasa) kami sudah bisa menyalurkan tangki air kepada warga Desa Jonokalora," ucap Rifai.
Selain itu, koordinasi bersama Dinas PUPR sebagai pemilik SPAM juga telah dijalin. Upaya ini dilakukan untuk menganilisi kemungkinan jaringan air yang rusak dan berdampak pada warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....