BMKG Geofisika Palu Bersinergi Edukasi Pendidikan Tanggap Bencana

  • 01 Feb 2026 10:53 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak bencana gempa bumi, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Palu, Djati Cipto Kuncoro, S.Si., M.Ling, mengajak generasi muda untuk berperan aktif sebagai garda terdepan dalam aksi tanggap bencana.

Djati, yang akrab disapa Kak Djati saat menyapa pendengar Pro 2, menegaskan bahwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu pada 2018 bukanlah peristiwa pertama. Berdasarkan catatan sejarah, aktivitas seismik serupa telah berulang kali terjadi di Sulawesi Tengah, meski belum terdokumentasi secara detail akibat keterbatasan teknologi masa lalu. Hal ini menjadi pengingat bahwa wilayah tersebut berada di zona tektonik aktif dan membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan.

Dalam dialog bertema mitigasi bencana di PRO 2 RRI Palu, Djati mengungkapkan BMKG mengandalkan Warning Receiver System (WRS) di instansi pemerintah dan media untuk memantau potensi dampak bencana secara real-time. Namun, Djati menyayangkan masih maraknya aksi vandalisme terhadap alat sensor gempa yang merupakan infrastruktur vital negara.

“Alat sensor ini adalah milik negara dan milik kita bersama yang berfungsi melindungi nyawa rakyat. Sangat disayangkan jika dirusak, karena nilai keselamatan yang dihasilkan jauh lebih mahal dari harga alat tersebut,” ujarnya.

Untuk membangun ketangguhan masyarakat, BMKG secara aktif menjalankan program edukasi seperti Sekolah Lapang Gempa (SLG), serta program BMKG Go to School dan Go to Village. Melalui edukasi langsung ke sekolah dan desa, BMKG berharap generasi muda Sulawesi Tengah tumbuh menjadi generasi yang sadar bencana dan mampu berperan aktif dalam upaya mitigasi di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....