Realisasi Cetak Sawah Rakyat Donggala Capai 80 Hektare

  • 28 Jan 2026 17:04 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Donggala mencatat realisasi program cetak sawah rakyat di daerah ini telah mencapai sekitar 80 hektare dari total lahan yang dikontrak seluas 112 hektare.

Kepala Dinas TPH Donggala Bambang Widiantor mengatakan, capaian tersebut telah mencakup tahapan land clearing atau pembukaan lahan dan land leasing atau penyewaan lahan.

“Realisasinya untuk (cetak sawah rakyat) itu ada tahapan land clearing dan dan land leasing. Nah, itu sekitar 80-an hektare,” kata Bambang kepada RRI, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, luasan lahan pada program cetak sawah rakyat ini telah mengalami adendum atau perubahan. Sebelumnya, program tersebut diusulkan dengan luas mencapai 800 hektare.

Namun, berdasarkan hasil Survei, Investigasi, dan Desain (SID), terjadi penurunan luasan lahan menjadi 112 hektare. Penyesuaian itu disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya sebagian lahan masuk dalam kawasan hutan lindung serta adanya lahan yang merupakan areal perkebunan milik masyarakat.

“Kemudian juga salah satunya juga masuk sepadan sungai. Dan yang berikutnya itu dari gambar (SID) itu juga masuk kemiringan ada ada di lereng gitu,” sebutnya.

Bambang menuturkan, pihaknya saat ini terus menggenjot penyelesaian program tersebut dan menargetkan pengerjaan rampung pada akhir Februari 2026. Target ini lebih cepat dibandingkan batas waktu di sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah yang ditetapkan hingga 31 Maret 2026.

“Iya, kita rencana Februari. Sekarang kan kita ada dibantu dengan (pemerintah) pusat itu untuk peralatannya. Itu juga beberapa tempat kita sudah bantu bagaimana supaya pengelolaan lahan ini bisa cepat gitu nanti,” tuturnya.

Terkait anggaran, Bambang menyebut program cetak sawah rakyat di Donggala menghabiskan dana sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut menurun signifikan setelah adanya adendum luasan lahan, mengingat sebelumnya dengan usulan 800 hektare, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp24,9 miliar.

“Jelasnya kalau luasan lahannya berkurang tentu anggaran juga berubah,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....