BP3MI Sulteng Tindaklanjuti Dugaan Penyekapan PMI di Arab
- 22 Jan 2026 14:20 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menindaklanjuti laporan keluarga terkait dugaan penyekapan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural atas nama Saraswati Zainudin Usman pada Rabu, 21 Januari 2026. PMI tersebut merupakan warga Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, yang diduga berada di Riyadh, Arab Saudi.
Informasi awal diterima BP3MI Sulawesi Tengah melalui pesan WhatsApp dari seorang purna PMI bernama Zuidar. Laporan tersebut menyebutkan adanya PMI yang diduga mengalami penyekapan di Arab Saudi.
Menindaklanjuti laporan itu, BP3MI Sulawesi Tengah langsung mendatangi kediaman suami PMI dan bertemu dengan Adri Andilan. Dalam pertemuan tersebut, Adri menyampaikan bahwa komunikasi terakhir dengan istrinya terjadi pada Kamis, 15 Januari 2025.
“Terakhir saya berkomunikasi dengan istri saya hari Kamis, 15 Januari 2025. Setelah itu saya tidak bisa lagi menghubunginya dan meminta bantuan keluarga di Arab Saudi untuk mencari informasi,” ungkapnya.
Baca Juga: BP3MI Sulteng Kawal Perlindungan PMI Viral di Oman
Selain itu, informasi tambahan yang diperoleh dari Lestari, saudara PMI yang berada di Arab Saudi. Ia menyebut Saraswati sempat mengirim lokasi keberadaan dan menyampaikan niat melarikan diri dari Dammam menuju Riyadh.
Informasi tambahan diperoleh dari Lestari, sepupu PMI yang berada di Arab Saudi, yang menyampaikan bahwa Saraswati juga terakhir menghubunginya pada tanggal yang sama. Saat itu, PMI tersebut mengirimkan lokasi keberadaannya dan menyampaikan niat untuk melarikan diri dari Dammam menuju Riyadh.
Lestari juga mengungkapkan bahwa Saraswati mengaku dibawa oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh, untuk dipekerjakan sebagai penerima tamu di tempat hiburan malam, bahkan sempat dibawa ke lokasi yang diduga sebagai tempat perdagangan orang.
“Dia bilang sempat dibawa ke tempat perdagangan, tapi berhasil melawan dan kemudian dikembalikan ke tempat penampungan. Saat ini handphone miliknya masih dikuasai WNA Bangladesh tersebut,” ungkapnya.
BP3MI Sulawesi Tengah juga telah memperoleh informasi terkait adanya pihak sponsor atau calo yang memberangkatkan PMI tersebut, yakni seorang perempuan bernama Mariyam, yang beralamat di Kayumalue Ngapa, Kota Palu. Saat ini, BP3MI Sulawesi Tengah berupaya menemui pihak sponsor guna menggali informasi lebih lanjut terkait keberangkatan dan keberadaan PMI tersebut.
Baca Juga: BP3MI Sulteng Fasilitasi Kepulangan PMI Nonprosedural Asal Sigi
Tim penanganan kasus BP3MI Sulawesi Tengah, Dolvie Tri Bagus Arafah, menegaskan pihaknya telah melakukan langkah cepat dan penelusuran awal. BP3MI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan PMI.
“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan, termasuk menemui keluarga PMI dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini kami juga berupaya menemui sponsor yang memberangkatkan PMI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut sebagai bahan koordinasi lanjutan,” ungkapnya.
BP3MI Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri secara nonprosedural. Masyarakat juga diminta segera melapor jika mengetahui indikasi permasalahan PMI demi menjamin perlindungan dan keselamatan pekerja migran Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....