OJK Sulawesi Tengah Dorong Inklusi Keuangan UMKM Sulteng

  • 22 Nov 2025 15:45 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi serta mengatur sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya mendorong penguatan inklusi keuangan melalui berbagai program strategis termasuk edukasi keuangan, penguatan literasi dan fasilitasi akses pembiayaan pelaku UMKM di Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra dalam sambutannya saat pembukaan Festival UMKM dan Akses Permodalan di lapangan Vatulemo Kota Palu, Jumat (21/11/2025).

Festival ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 OJK. Bonny menyebut kegiatan ini digelar sebagai bentuk peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendorong inklusi dan literasi keuangan di Sulawesi Tengah melalui pemberdayaan UMKM.

"Kegiatan ini mengangkat tema yang berfokus pada sinergi membangun keuangan inklusif dan berkelanjutan untuk Sulawesi Tengah bersama UMKM," ungkapnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Perkuat Dukungan Psikososial Penyintas Bencana Alam

Berdasarkan data, saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional serta menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Namun dinilai masih terdapat sejumlah tantangan yang menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM, seperti akses pembiayaan, digitalisasi, dan literasi keuangan.

"Melalui rangkaian kegiatan festival UMKM dan akses permodalan ini diharapkan tercipta ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, lembaga keuangan, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong UMKM naik kelas dan lebih berdaya saing," ucap Bonny.

Dalam kesempatan tersebut, Bonny menegaskan kegiatan ini menjadi momen untuk memperkuat sinergi antara OJK, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program inklusi keuangan yang berkelanjutan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan inovasi dan solusi keuangan yang relevan bagi pelaku UMKM," ungkapnya.

Salah satu terobosan yang dinilai sebagai upaya strategis dalam membantu pertumbuhan UMKM melalui penguatan inklusi keuangan dan digitalisasi, yaitu melalui Bank Indonesia yang menetapkan Qris sebagai standar pembayaran nasional. Hingga semester 1 tahun 2025 ini, tercatat telah menghasilkan 6,5 miliar transaksi senilai Rp579 triliun.

"Digitalisasi ini bukan hanya memperkuat dan mempermudah transaksi tapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar yang lebih luas dan pembiayaan berbasis rekam jejak digital," ungkap Kepala OJK Sulteng itu.

Baca Juga: Program Dukungan Psikososial Masyarakat Penyintas Bencana Gempa Poso

Selain itu, Bonny juga menyebut hadirnya platform e-commerce juga sebagai salah satu faktor dalam memperluas jangkauan UMKM hingga ke pasar nasional maupun Internasional. Namun menurutnya rendahnya pengetahuan teknologi dan kurang meratanya infrastruktur di berbagai daerah menjadi salah satu hambatan dalam digitalisasi sektor UMKM.

Kepala OJK Sulteng itu berharap melalui sinergi serta kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Peringatan HUT ke-14 OJK ini menjadi momentum penting untuk terus berkomitmen dalam memberikan akses yang setara terhadap layanan keuangan kepada seluruh masyarakat, termasuk pelaku UMKM. (Sidik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....