Program Dukungan Psikososial Masyarakat Penyintas Bencana Gempa Poso
- 19 Nov 2025 16:32 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) berkolaborasi dengan Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melaksanakan Program Dukungan Psikososial bagi masyarakat penyintas bencana di Kabupaten Poso.
Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Rabu (19/11/2025).
Program dukungan psikososial ini akan menyasar para siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK serta para guru di Kabupaten Poso yang mengalami masalah psikologis pascbencana gempa bumi. Program ini terbagi menjadi dua tahap.
Pada tahap pertama yang dimulai sejak 19-21 November, akan memberikan peningkatan kapasitas dalam bantuan psikologis awal (Psychological First Aid) para guru dan tenaga pendidik. Sementara untuk selanjutnya mulai 22-26 November akan menyasar langsung kepada siswa mulai dari jenjang PAUD sampai SMA yang mengalami masalah psikologis.
Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPSI Andik Matulessy mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan jumlah siswa yang mengalami masalah psikologis pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Poso 17 Agustus lalu.
"Kami baru melakukan sampelnya 456 siswa yang kami deteksi, Sebagian besar mereka memang mengalami kecemasan, ketegangan dan kekhawatiran itu," ucapnya.
Baca Juga: Pemkot Palu Gelar Diskusi Publik Pemanfaatan IPTEK
Andik menambahkan, diperlukan penanganan terhadap permasalahan psikologis yang dialami oleh para siswa untuk mencegah dampak yang berkepanjangan pada kondisi psikologisnya.
"Kalau tidak segera dilakukan intervensi maka akan semakin akut dan akan memberikan dampak yang berkepanjangan, pada saat deteksi dini yang sudah ditemukan maka intervensi kepada mereka harus segera diberikan, Paling tidak mereka bisa stabil emosinya," ucapnya.
Selain bantuan psikologis awal untuk para guru, program ini juga akan memberikan trauma healing kepada para siswa, simulasi kesiapsiagaan bencana, serta pemberdayaan sumber daya lokal untuk pemulihan dan deteksi dini terhadap dampak bencana.
Direktur PKLPK Kemendikdasmen, Saryadi mengatakan kolaborasi bersama HIMPSI merupakan upaya strategis dari Kemendikdasmen terhadap penanganan pascabencana, khususnya pada kondisi psikologis penyintas bencana.
"Data yang sudah di himpun oleh rekan-rekan di HIMPSI menunjukkan bahwa ada permasalahan emosional atau psikologi di anak-anak daerah bencana khususnya di Palu dan Poso," ungkapnya.
Menurutnya melalui kolaborasi ini juga dilakukan untuk memastikan daerah terdampak bencana dapat mendapatkan penanganan psikologis untuk meningkatkan ketngguhan satuan pendidikan dalam menghadapi bencana.
"Kerja sama ini dengan HIMPSI untuk memastikan bahwa anak-anak yang terdampak bencana ini tertangani secara psikososialnya," ucapnya.
Melalui program ini diharapkan mampu membentuk kemampuan serta keterampilan siswa dan guru dalam menghadapi bencana alam yang akan terjadi. (Sidik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....