Festival Literasi 2025 Dorong Penguatan Literasi Hukum

  • 06 Nov 2025 21:36 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Peningkatan literasi yang digaungkan melalui Festival Literasi 2025 sejalan dengan visi Kementerian Hukum (Kemenkum) dalam memperkuat literasi hukum di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, saat diwawancarai usai menghadiri pembukaan Festival Literasi 2025 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Sulawesi Tengah, Kamis (6/11/2025).

Festival Literasi yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, ini berlangsung selama tiga hari, sejak 6 hingga 9 November 2025, dan dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi se-Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pegiat literasi, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di berbagai bidang.

Rakhmat menyebut, literasi merupakan jendela dunia yang dapat membuka wawasan bagi siapa pun, termasuk dalam memahami hukum. Menurutnya, literasi hukum berperan penting dalam mencerdaskan masyarakat agar lebih sadar dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Literasi hukum menjadi bagian penting dalam mencerdaskan masyarakat. Jika masyarakat memahami hukum, maka akan tumbuh kepatuhan yang berdampak pada meningkatnya ketertiban,” ucapnya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Bersubsidi Aman di Sulteng

Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah belum meratanya pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Karena itu, Kementerian Hukum dan HAM terus berupaya memperluas akses pengetahuan hukum melalui berbagai program edukasi.

“Tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap pengetahuan hukum. Jika ketidaktahuan menyebabkan pelanggaran, maka negara wajib hadir memberikan pemahaman,” ungkapnya.

Rakhmat juga menilai pelaksanaan Festival Literasi 2025 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat membaca dan berpikir kritis di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat.

“Festival literasi ini luar biasa karena bukan hanya acara simbolis. Literasi adalah perintah Tuhan agar kita membaca dan tidak tersesat dalam pengetahuan, apalagi di era informasi yang berkembang pesat,” ucapnya. (Sidik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....