Filosofi Zakat: Menyucikan Jiwa, Menguatkan Keadilan Sosial
- 25 Feb 2026 10:45 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Jendela Iman Ramadan yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Palu menghadirkan dialog inspiratif dengan topik filosofi zakat dalam dimensi spiritual dan sosial menjelang waktu berbuka puasa, Minggu (22/2/ 2026). Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. KH. Lukman S. Thahir, M.Ag hadir sebagai narasumber yang membahas makna zakat dari perspektif keislaman dan kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Prof. Lukman menegaskan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menyempurnakan ibadah seorang muslim. Ia menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berdimensi vertikal sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, tetapi juga berdampak horizontal dalam membangun keseimbangan sosial di tengah masyarakat.
“Zakat itu menjadi rukun Islam, sehingga tidak sempurna keislaman seseorang tanpa menunaikan zakat,” ujarnya dalam dialog Jendala Iman Ramadhan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa secara filosofis zakat berfungsi sebagai sarana penyucian diri sekaligus penumbuh keberkahan dalam kehidupan.
“Filosofi zakat itu agar kita sehat dan bersih, bukan hanya dari dosa tetapi juga dari sifat kikir,” kata Prof. Lukman.
Menurutnya, zakat juga memiliki logika pertumbuhan, bukan pengurangan harta. Ia mengibaratkan zakat seperti benih yang akan terus berkembang ketika ditanam dengan keikhlasan dan kepedulian sosial.
Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran berzakat karena efek kebaikan yang ditimbulkan sangat luas. Selain memperkuat spiritualitas, zakat juga mampu membantu kelompok rentan seperti mahasiswa kurang mampu, anak yatim, hingga masyarakat yang membutuhkan.
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran zakat di era digital.
“Generasi muda bisa menjadi motor edukasi zakat melalui media kreatif dan memastikan penyalurannya tepat sasaran,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....