Hukum Zakat Fitrah dan Hikmah Pelaksanaannya
- 22 Feb 2026 21:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pembahasan mengenai zakat fitrah tidak dapat dipisahkan dari landasan hukumnya dalam ajaran Islam. Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang memiliki kemampuan, tanpa membedakan laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Ibadah ini disyariatkan sebagai penyempurna puasa Ramadan sekaligus pembersih diri dari kekhilafan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Umar RA, Muhammad SAW mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau gandum atas setiap Muslim, baik merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun dewasa. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang semakin menegaskan kuatnya dasar hukum kewajiban zakat fitrah.
Keutamaan dan Hikmah Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki banyak keutamaan, baik secara spiritual maupun sosial. Dari sisi ibadah, zakat ini menjadi pelengkap puasa Ramadan, menyucikan jiwa dari kesalahan kecil yang mungkin dilakukan selama berpuasa. Dari sisi sosial, zakat fitrah berfungsi sebagai sarana berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu.
Selain itu, membayar zakat fitrah juga melatih rasa syukur dan empati. Ketika seseorang berbagi sebagian rezekinya, ia menyadari bahwa harta yang dimiliki bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan titipan Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Nilai kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah pun semakin kuat melalui praktik ibadah ini.
Berdasarkan ketentuan tersebut, setiap Muslim yang memiliki kecukupan makanan pada malam Idulfitri diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Id. Kewajiban ini bertujuan agar kaum dhuafa dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. di lansir dari Pondok Darul Hijrah
Tata Cara Menunaikan Zakat Fitrah Yang Tepat
Agar zakat fitrah sah dan bernilai ibadah, pelaksanaannya perlu mengikuti ketentuan yang telah diajarkan dalam syariat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menentukan bentuk zakat
Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok sesuai kebiasaan setempat, seperti beras di Indonesia, dengan takaran satu sha’ atau sekitar 2,5–3 kilogram per orang. - Menyalurkan kepada yang berhak
Zakat fitrah diberikan kepada delapan golongan penerima zakat (ashnaf), dengan mendahulukan fakir dan miskin agar kebutuhan mereka terpenuhi saat Idulfitri. - Memperhatikan waktu pembayaran
Waktu terbaik untuk membayar zakat fitrah adalah sebelum salat Idulfitri. Jika ditunaikan setelahnya, maka nilainya menjadi sedekah biasa. - Meluruskan niat
Zakat fitrah harus disertai niat yang tulus karena Allah SWT, sebab niat merupakan penentu sah atau tidaknya ibadah.
Dengan mengikuti tata cara tersebut, zakat fitrah dapat dilaksanakan secara benar dan membawa keberkahan. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....