Jagokan Spanyol di Piala Dunia, Dinuar Sebut Jepang Kuda Hitam

  • 25 Mei 2026 06:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tengah, Dinuar, memprediksi Tim Nasional Spanyol menjadi kandidat terkuat untuk mengangkat trofi pada perhelatan Piala Dunia 2026. Komposisi skuad La Furia Roja dinilai paling matang berkat keberhasilan mereka mengombinasikan pemain senior berpengalaman dengan talenta muda potensial.

Dinuar menjelaskan bahwa kedalaman skuad Spanyol sudah teruji secara konsisten dalam berbagai turnamen besar di tingkat regional maupun internasional sebelum memasuki kompetisi tahun ini. Selain Spanyol, dirinya juga mencatat sejumlah negara tradisional seperti Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe, serta sang juara bertahan Argentina, masih memiliki persentase peluang juara yang tinggi.

“Spanyol memiliki peluang yang sangat besar untuk mendominasi karena sistem permainan mereka yang solid dan sukses memadukan generasi baru dengan senior. Namun, kita juga tidak bisa mencoret Prancis, Argentina, maupun Brasil yang secara historis memiliki mentalitas juara di turnamen besar,” ujar Dinuar dalam program dialog Dibalik Bola di studio Pro 1 RRI Palu beberapa waktu lalu.

Meskipun kekuatan negara-negara tradisional diprediksi masih akan bertahan di era baru ini, Dinuar secara khusus memperingatkan potensi kejutan dari zona Asia. Tim Nasional Jepang dinilai menjadi tim papan atas Asia yang paling siap menjelma sebagai kuda hitam menakutkan bagi tim-tim raksasa dunia.

“Untuk kawasan Asia, saya memprediksi Jepang akan menjadi kekuatan kejutan atau kuda hitam yang sangat diperhitungkan sepanjang putaran final nanti. Fleksibilitas taktik mereka saat transisi menyerang dan bertahan sangat luar biasa, terbukti dari beberapa hasil pertandingan internasional terakhir mereka yang belum terkalahkan,” ucapnya.

Dinuar menambahkan, ketatnya persaingan di Piala Dunia dengan format baru ini juga akan dipengaruhi oleh kesiapan fisik para pemain setelah menjalani jadwal kompetisi klub yang padat. Faktor kebugaran dan kecerdasan rotasi pelatih di fase grup akan menjadi penentu apakah tim unggulan mampu menjaga konsistensi hingga ke babak gugur.

“Kombinasi antara kematangan taktik, kedalaman skuad, dan manajemen kebugaran pemain akan menjadi pembeda di turnamen kali ini. Negara-negara besar yang tidak mampu mengelola kelelahan fisik pemainnya pasca-kompetisi liga domestik akan sangat rawan terjungkal oleh tim-tim kejutan,” ucap Sekretaris Dispora tersebut.

Lebih lanjut, panggung Piala Dunia 2026 ini diprediksi juga akan menjadi momentum lahirnya ikon sepak bola baru pasca-era dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dinuar menjagokan penyerang sayap muda milik Spanyol, Lamine Yamal, sebagai pemain muda yang akan paling bersinar dan menjadi buah bibir dunia.

“Kita sedang memasuki era baru sepak bola, dan mata dunia akan tertuju pada sosok Lamine Yamal dari Timnas Spanyol yang usianya belum genap sembilan belas tahun. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah memiliki kematangan bermain, teknik di atas rata-rata, dan visi bermain yang luar biasa,” ucapnya.

Ia menyatakan bahwa keberhasilan tim-tim mengejutkan seperti Maroko pada edisi sebelumnya membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola dunia kini semakin merata. Kunci utama melahirkan kejutan besar di turnamen akbar ini terletak pada kedisiplinan organisasi tim, mental bertanding yang kokoh, serta kecerdasan memanfaatkan data analitik pertandingan.

“Piala Dunia tahun ini akan menyuguhkan dinamika pertandingan yang sangat kompetitif dan sulit untuk diprediksi secara mutlak di atas kertas. Hadirnya talenta muda berbakat dan organisasi tim yang disiplin dari negara-negara non-unggulan akan membuat turnamen ini dipenuhi emosi dan kejutan besar,” ucap Dinuar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....